Pelarangan Maulid Nabi disetiap Desa, Aleg Wahyu Moridu kritisi surat Sekda Boalemo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Kabupaten Boalemo.

Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Kabupaten Boalemo.

Trilogis.id_(Parlemen Boalemo) – Ramai diperbincangan di sosial media (facebook) terkait Surat Pemberitahuan yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Sherman Moridu, menuai kritikan dari salah satu Anggota DPRD Kabupaten Boalemo Wahyudin Moridu.

Kepada wartawan media ini, Wahyu menuturkan, Sekretaris Daerah terlambat mengeluarkan surat Pemberitahuan dengan NO: 800/KESRA/65/X/2020 itu.

“Pak sekda tidak melihat waktu dalam mengeluarkan surat pemeritahuan itu. harusnya Sekda mengeluarkan surat 3 hari sebelum Maulid Nabi. agar masyarakat tidak terlajur mempersiapkan semua”. ungkap Politisi Muda dari Partai PDI Perjuangan itu Kamis(29/20).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kliping Surat Pemberitahuan yang ditandatangani Sekda.

 

Menurutnya, lanjut Wahyu, Tradisi Maulid Nabi sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya. semua masyarakat selalu menyambut maulid nabi dengan perayaan secara tradisional dengan melaksanakan Dzikir (Dikili) dan Doa untuk negeri (Du’a Lo Lipu).

“Masyarakat kita (Boalemo_red,) sudah terbiasa dengan peringatan membuat syukuran doa dan walima. dan disetiap desa bahkan dusun, akan melaksananakan hal yang sama. jika pemberitahuan pelarangan terlambat masyarakat yang rugi sudah terlanjur berbelanja persiapan perayaan maulid Nabi”.

Walaupun demikian, Wahyu tetap memberi apresiasi kepada Pemerintah. sebab dirinya berpendapat surat tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19  dan mempertahankan kabupaten Boalemo sebagai  wilayah yang Zona Hijau dari Virus Corona.

Baca Juga :  22 Barak PTPG Terbakar, Anas Jusuf dan Rusli Habibie sambangi Korban beri bantuan

Berita Terkait

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:30 WITA

Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA