Nyetir tanpa insiden. Alasan “Mabuk Tak Sadar” Wahyudin Moridu Dinilai Kontradiktif

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(GORONTALO) – Pernyataan Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo terkait klarifikasi Wahyudin Moridu menuai tanda tanya publik. Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku dalam kondisi mabuk dan tidak sadar ketika melontarkan ucapan kontroversial soal “merampok” dan “memiskinkan negara” yang terekam dalam video viral.

Namun, keterangan itu justru dianggap kontradiktif. Sebab, dalam video yang beredar, Wahyudin terlihat masih mampu mengendarai mobil dan tiba di bandara dengan selamat.

Publik mempertanyakan: jika benar dalam kondisi mabuk berat hingga tidak sadar, bagaimana mungkin ia bisa menyetir tanpa insiden?

Ini yang janggal. Di satu sisi beliau mengaku tidak sadar, di sisi lain bisa membawa kendaraan sampai tujuan. Artinya, pengakuan itu patut dipertanyakan,” ungkap salah seorang aktivis antikorupsi Gorontalo, Sabtu (20/09).

Kritik juga datang dari kalangan warganet. Mereka menilai alasan “mabuk” yang dijadikan tameng justru memperburuk citra lembaga dewan.

Mana mungkin orang tidak sadar bisa nyetir mobil sendiri” tulis Rahmat Ladjuma Bang Ato, dalam komentarnya sambil memebri emot tertawa

Sebelumnya, BK DPRD Gorontalo melalui anggotanya, Umar Karim, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal. Wahyudin disebut telah menenggak minuman keras sejak malam hingga saat berada di bandara.

Baca Juga :  APH harus “Turun Tangan” Periksa Kegiatan Perdis PKK hingga KORMI yang disinyalir di Luar APBD

Ia baru menyadari ucapannya setelah video viral, bahkan dalam rekaman terlihat botol minuman.

Meski Wahyudin sudah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya, publik menilai persoalan ini tidak bisa hanya selesai dengan kata “maaf”. Sebab, sebagai aleg, tindak-tanduknya mencerminkan wajah lembaga DPRD.

Kini, masyarakat menunggu keberanian Badan Kehormatan DPRD mengambil langkah nyata. Apakah cukup berhenti pada klarifikasi dan permintaan maaf, ataukah berani memberi sanksi yang sepadan dengan pelanggaran etik dan moral yang dilakukan Wahyudin Moridu.

Berita Terkait

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Berita Terbaru