Dari Gorontalo, Prabowo Mulai Program Besar Penguatan Nelayan Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (Kota Gorontalo) — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan nasional melalui penyediaan ribuan armada tangkap bagi nelayan Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, Sabtu, yang sekaligus menjadi simbol dimulainya penguatan ekonomi pesisir di era pemerintahan baru.

Dalam sambutannya di hadapan masyarakat pesisir dan kelompok nelayan, Presiden menekankan bahwa potensi laut Indonesia harus memberikan manfaat utama bagi rakyat Indonesia sendiri, khususnya para nelayan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan sampai kekayaan laut kita justru lebih banyak dinikmati pihak luar. Negara ingin nelayan Indonesia menjadi tuan di lautnya sendiri,” ujar Prabowo yang disambut antusias warga.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyiapkan sekitar 1.582 kapal ikan yang akan disalurkan secara bertahap melalui koperasi nelayan di berbagai daerah pesisir.

Baca Juga :  SPM PKM capai 94,71%, Tenaga Kesehatan Dikes Boalemo tuai Apresiasi dari Pj Bupati Boalemo

Menurut Presiden, armada yang disiapkan memiliki kapasitas beragam, mulai dari kapal ukuran kecil hingga kapal berukuran besar, agar dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan kelompok nelayan.

Prabowo juga mendorong para nelayan membangun sistem usaha berbasis koperasi agar pengelolaan bantuan lebih terorganisir dan berkelanjutan.

Kita ingin nelayan kuat secara ekonomi. Karena itu pengelolaannya harus bersama-sama lewat koperasi,” katanya.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan kapal tangkap, tetapi juga diarahkan pada pembangunan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih modern. Pemerintah berencana menghadirkan fasilitas penunjang seperti gudang pendingin, pabrik es, hingga sarana distribusi hasil laut guna meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga :  Pemda programkan "Sapi Kembar", Nelayan Terlupakan: Masyarakat Boalemo Tuntut Perhatian Wakil Rakyat

Presiden menilai penguatan sektor kelautan merupakan langkah strategis untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di Leato sendiri berlangsung meriah. Sejak pagi, kawasan pesisir dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung agenda kenegaraan tersebut.

Bagi masyarakat Gorontalo, peresmian KNMP menjadi momentum penting karena kawasan tersebut disebut sebagai kampung nelayan pertama yang diresmikan langsung pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Pemerintah berharap program penguatan nelayan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sumber daya kelautan.

Berita Terkait

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Berita Terbaru