Pembangunan Jalan Senilai Rp 50 Miliar di Boalemo Mangkrak

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 23:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) – Pengawalan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Boalemo terus berlanjut. Untuk kesekian kalinya, masyarakat bersama mahasiswa bakal kembali turun ke jalan, menggelar demonstrasi.

Hal itu dibenarkan dengan adanya informasi dan sejumlah pamflet untuk konsolidasi dan reuni aktivis yang ada di Kabupaten Boalemo.

Memilih fokus isu Korupsi, sejumlah wacana soal dugaan korupsi disektor infrastruktur, Para aktivis bakal menuntut kejelasan atas pembangunan tiga ruas jalan yang tak kunjung selesai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek Mangkrak, Uang Rakyat Terbuang Sia-sia

Dalam pantauan di lokasi (saat itu), massa aksi yang didominasi oleh pengendara becak motor (bentor) mendesak pemerintah untuk menuntaskan pembangunan tiga ruas jalan, yakni Bongo Nol-Polohungo, Polohungo-Polohungo, dan Polongo-Pangi. Proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp 50 miliar sejak tahun 2016 ini dinilai masih jauh dari kata layak dan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. (seperti diberitakan sebelumnya https://trilogis.id/siapa-yang-bertanggung-jawab-atas-pembangunan-3-ruas-jalan-di-boalemo/

Baca Juga :  Pemerintah Boalemo bolehkan masyarakat Shalat Ied di Mesjid

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan memprihatinkan. Beberapa titik jalan yang seharusnya sudah bisa dilalui kini beralih fungsi menjadi lahan perkebunan jagung oleh warga.

Bahkan, sejumlah plat decker dilaporkan telah roboh sebelum sempat digunakan, dan ada pula ruas jalan yang sudah dijadikan tempat penumpukan material pasir.

Pemerintah Sebut Warisan Masalah dan Dokumen Aset

Menanggapi aksi massa, Bupati Boalemo (Darwis Moridu) saat itu, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan “warisan” dari pemerintahan sebelumnya.

Baca Juga :  Dorci Pauweni Pelatihan Pengelolaan Dana Desa sangat Membantu Pemerintah Daerah

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengaku bahwa sebagian besar dokumen penyerahan aset terkait proyek tersebut baru diterima dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH) sekitar tiga minggu yang lalu.

Wakil Bupati Anas Jusuf menambahkan bahwa beberapa kepala dinas terkait proyek ini telah menerima sanksi hukum. Pernyataan ini memperkuat kesan bahwa tanggung jawab atas kemandekan proyek berada di pundak pemerintahan sebelumnya, yang sekarang resmi dan sah memerintah.

Publik menanti langkah konkret pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini, mengingat miliaran rupiah uang rakyat sudah habis namun tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Boalemo.

Berita Terkait

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:27 WITA

Ngutang Lagi? Ketika Raja dan Penjaga Gerbang Mengawal 25 Keping Emas

Berita Terbaru