Pesimisme di RSIB Boalemo, Capaian PAD di Bawah 50%

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 01:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) —  Sempat menjadi kebanggaan karena berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2024, Direktur Rumah Sakit Iwan Bokings (RSIB) Boalemo, Dr. Hendra, kini menunjukkan nada pesimistis.

Dalam pemaparan APBD Perubahan tahun 2025 baru-baru ini, Dr. Hendra secara terus terang mengakui ketidakmampuannya untuk mencapai target PAD sesuai rencana awal, memicu kekhawatiran serius akan kondisi keuangan RSIB.

Jika awalnya RSIB menargetkan PAD sebesar Rp8,4 miliar, angka tersebut kini harus direvisi turun drastis menjadi Rp6,8 miliar untuk tahun 2025. Namun, bahkan dengan target yang telah diturunkan ini, posisi RSIB hingga bulan Agustus 2025 masih jauh dari harapan, dengan capaian yang baru menyentuh angka 44%.

Menurut Dr. Hendra, kemerosotan ini bukan tanpa alasan. Ia menyoroti adanya aturan baru dari BPJS Kesehatan yang mengamanatkan sedikitnya 144 penyakit harus ditangani di tingkat Puskesmas.

Kebijakan ini secara langsung berdampak pada jumlah kunjungan pasien ke RSIB, yang otomatis menekan angka pendapatan rumah sakit.

Penurunan jumlah pasien ini secara telak menghantam harapan RSIB untuk terus meningkatkan PAD.

Selain faktor kebijakan BPJS, Dr. Hendra juga mengungkapkan bahwa RSIB sedang menghadapi kendala internal yang tidak kalah serius.

Sejumlah layanan di rumah sakit terpaksa ditutup sementara karena adanya proyek perbaikan gedung. Kondisi ini membuat RSIB tidak bisa memberikan layanan tertentu, yang pada akhirnya semakin memperburuk capaian PAD.

Baca Juga :  SPM Kesehatan Capai dengan Predikat Tuntas Utama

Pernyataan Dr. Hendra ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Daerah Boalemo. Di satu sisi, RSIB adalah salah satu pilar utama pelayanan kesehatan sekaligus penyumbang PAD yang signifikan.

Namun di sisi lain, perubahan kebijakan BPJS dan kendala internal yang ada menunjukkan betapa rentannya sumber pendapatan ini.

Publik hingga anggota badan anggaran DPRD kabupaten Boalemo kini menantikan langkah strategis dari pihak manajemen RSIB dan pemerintah daerah untuk mengatasi situasi kritis ini, agar optimisme yang sempat membumbung tinggi tidak sirna di tengah jalan

Berita Terkait

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar
Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara
Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo
Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik
Muhammadiyah Salurkan 415 Paket Santunan, Bupati Rum Pagau Apresiasi Dakwah Wisata ke-32
Tiga Ruas Jalan Shortcut Boalemo Terancam Molor, Masuk Materi Tuntutan Aksi
Sambut HUT ke-27 Boalemo, Wabup Lahmuddin Siapkan Bantuan untuk 1.000 Kaum Dhuafa

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WITA

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Rabu, 9 September 2026 - 14:42 WITA

Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 18:31 WITA

Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara

Selasa, 8 September 2026 - 13:05 WITA

Dukungan Mulai Mengalir, Ramli Syawal Disebut Layak Pimpin Kadin Boalemo

Senin, 7 September 2026 - 14:14 WITA

Bupati Rum Pagau Buka Seleksi Direktur RSUD drg. Clara Gobel, Minta Tim Segera Tentukan yang Terbaik

Berita Terbaru