Saiful Kamal : Tak ada penjemputan paksa terhadap 4 Petani sawit

- Jurnalis

Sabtu, 3 September 2022 - 03:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Perihal penjemputan paksa kepada empat orang petani sawit di desa Pangeya, Kecamatan Wonosari sore (2/9) tadi, di Klarifikasi Pihak Polres Boalemo.

Kepada Media, Kasat Reskrim Polres Boalemo, Saiful Kamal menegaskan, pihak Polres Boalemo tidak melakukan paksaan kepada petani yang dimaksud seperti diberitakan dibeberapa media.

“Jadi tidak ada penjemputan paksa. Mereka pun datang karena mau diajak. Dan kami menyesuaikan prosedur saja,” kata Saiful.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini memang, pihak Polres Boalemo sementara menangani persoalan pengrusakan sawit di Kecamatan Wonosari yang dilaporkan oleh Pihak Perusahaan PT.Agro Artha Surya.

” kami (Polres Boalemo,red) ini lagi menangi kasus pengrusakan sawit antara petani dan perusahaan sawit,” ungkap Saiful.

Dirinya membeberkan, dugaan pengrusakan tanaman sawit oleh petani itu sudah masuk pada tahap penyidikan.

Baca Juga :  Seriusi Dekadensi Moral dikalangan Remaja, Darwis Moridu Optimis Raih "Hattrick" Penghargaan dari BKKBN

Menurutnya, sejak kemarin, pihak Polres Boalemo telah melakukan panggilan terhadap petani sawit, namun petani yang dipanggil tidak menghadiri panggilan tersebut.

“Kemarin kita sudah panggil dia (petani) itu. Panggilan ke Polres. Karena kita pikir panggilan ini jauh, makanya kita inisiatif untuk ke Polsek saja. Maka kita menunggu di Polsek, tidak hadir sampai sore. Karena kebetulan ada surat lain yang perlu kita antar ke para petani, sehingga penyidik merasa perlu untuk mendatangi rumah petani. Kita tanya kenapa tidak hadir panggilan, ada yang menghalang-halangi katanya. Terus ditanya, mau datang ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan, dan meraka mau, karena mereka mau, ya diajak ke Polsek,” terang Saiful.

Sementara, soal mobil perusahaan yang digunakan oleh pihaknya dalam melakukan penjemputan, dikarenakan perusahaan yang melaporkan, sehingga dibantu agar mempercepat proses penanganannya.

“Terkait dengan kendaraan perusahaan. Tujuan dari perusahaan agar proses ini bisa selsai dengan masyarakat. Olehnya perusahaan memberikan bantuan kendaraan untuk menuju lokasi yang medannya agak sulit ditempuh,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar
Tracing TBC Dirangkaikan BERMINAT, Puskesmas Berlian Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Desa Mutiara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Senin, 14 September 2026 - 17:08 WITA

Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WITA

Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terbaru