Sejarah Batang Raja

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 06:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dharma wanita Kabupaten Boalemo, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd.,M.Si. foto: DaimaR

Ketua Dharma wanita Kabupaten Boalemo, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd.,M.Si. foto: DaimaR

Sejarah Batang Raja (Part 1)
Oleh : Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd.,M.Si.

Trilogis.id_(Tajuk) – Batang raja adalah salah satu benda bersejarah di Kabupaten Boalemo. Benda tersebut berbentuk panjang ± 0,50 cm berwarna hitam terbuat dari kayu jati yang sejak 1835 hingga saat ini masih utuh dan belum ada tanda-tanda kerusakan. Bagian kedua ujung batang raja berlapis tembaga dan bertuliskan VOC. Batang raja menjadi sebuah pertanda pengakuan terhadap berdirinya kerajaan di Boalemo. Di tahun tersebut Boalemo masih di bawah kekuasaan kerajaan Limboto yang konon kabarnya dipimpin oleh 6 orang raja secara bergantian saat itu yakni:
1)  Raja Mowuhe,
2) Raja Hiisa, 
3) Raja Tiyahu,
4) Raja Hinthe,
5) Raja Mayuru, dan
6) Raja Datumula.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Ini Langkah Pemkab Boalemo Atasi Banjir

Sebelumnya tuan tanah Boalemo merasa gerah dengan keberadaan wilayahnya di bawah genggaman kerajaan Limboto. Sebagian besar tuan tanah mengajukan permohonan kepada raja Limboto untuk memisahkan diri dan mendirikan satu kerajaan sendiri yakni Kerajaan Boalemo. Oleh Kerajaan Limboto hal ini disampaikan kepada kesultanan Ternate dan kemudian diteruskan ke Belanda. Kesultanan Ternate merupakan kesultanan yang mewilayahi Sulawesi sehingga proses pengajuannya harus melalui kesultanan Ternate.

Keinginan tuan tanah Boalemo disampaikan oleh Sultan ke Pemerintah Belanda. Alhamdulillah keinginan tersebut dikabulkan oleh pemerintah Belanda dan akhirnya disetujui dan pada tahun 1835 Sultan Ternate memerintahkan raja-raja di kerajaan Limboto untuk ke Maluku dan membawa satu orang tuan tanah Boalemo yang bernama Palowa.

Saat itu Palowa belum raja masih merupakan rakyat pribumi yang memperjuangkan berdirinya kerajaan di Boalemo. Pengakuan kerajaan Boalemo ini ditandai dengan diserahkannya Batang Raja oleh Pemerintah Belanda melalui Kesultanan Ternate yakni Sultan Muhammad Nuruddin yang memerintah saat itu kepada tuan tanah Boalemo yang ikut dengan Raja-Raja di Limboto. Saat itupula Palowa dinobatkan menjadi Raja Boalemo. Di bagian atas batang raja tersebut yang dilapisi logam bertuliskan VOC dan bagian bawahnya ada tulisan Boalemo. Selain batang raja, juga diserahkan buku yang bertuliskan huruf vegon (terjemahannya ada di Keluarga Alm. Prof. Saminan Nur) beserta peta wilayah kerajaan Boalemo.
Penutur: Hj. Sira Utiarahman (Usia 70an thn)

Baca Juga :  Launching ILP di Kecamatan Paguyaman, Pj. Bupati Boalemo disambut dengan Mopotilolo
Batang Raja dan Buku Terjemahan. foto : DaimaR

 

Berita Terkait

Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo
Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah
Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito
IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka
Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup
Cetak Generasi Bermental Juara, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali Resmi Buka Turnamen Sepak Bola U-12
Rp25 Miliar Sah, Rum Pagau Kembali Gadaikan Boalemo?
Tugu Jagung Dikorbankan, Videotron Hanya Sumbang Rp.48 Juta hingga Akhir Periode PAHAM?

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:05 WITA

Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:52 WITA

Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:46 WITA

IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

Berita Terbaru