Oleh : Nanang Syawal
Trilogis.id_(Opini/Tajuk) – Lagi-lagi kita disuguhi tontonan pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Kali ini, kursi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSCG) Boalemo menjadi sasaran kebijakan Bupati Rum Pagau.
Secara kewenangan, sah-sah saja. Bupati punya hak prerogatif untuk menunjuk dan mencopot pejabat. Tapi, apakah Boalemo ini sedang main bongkar-pasang pejabat, atau memang sedang serius membangun?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai masyarakat Boalemo yang punya akal sehat, kita harus bertanya, apa urgensi dari pergantian ini? Apakah kinerja direktur sebelumnya begitu buruk sampai harus dicopot di tengah jalan? Atau, ini hanya bagian dari “politik Tutuhia,” di mana kawan menjadi lawan, dan jabatan menjadi alat tukar? Kita jangan mudah tertipu dengan narasi “penyegaran” atau “peningkatan pelayanan” kalau di balik itu hanya ada kepentingan kelompok atau balas jasa politik.
RSCG Boalemo adalah jantung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ini bukan soal jabatan empuk atau mobil dinas baru. Ini soal nasib rakyat miskin yang butuh fasilitas medis, soal ibu yang mengantri berjam-jam di poli, soal ketersediaan obat yang sering kosong, dan soal tenaga medis yang harus bekerja di bawah tekanan.
Jika pergantian ini didasarkan pada evaluasi kinerja yang transparan, silakan! Tapi, jika pergantian ini hanya karena direktur lama tidak satu “geng” dengan penguasa, maka kita harus bersuara! Jangan sampai rumah sakit yang seharusnya steril dari virus politik, justru terinfeksi olehnya.
Saya minta DPRD Boalemo, sebagai wakil rakyat, jangan diam! Jangan hanya jadi penonton. Gunakan hak pengawasan kalian. Panggil Bupati, minta penjelasan yang rasional dan terukur. Kita tidak butuh “juru tangkis” yang hanya pandai membela diri, kita butuh transparansi.
Ingat, setiap kebijakan di Boalemo ini harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai uang rakyat habis untuk program-program yang tidak jelas, sementara di sisi lain, pelayanan kesehatan kita masih jauh dari kata ideal. Saya ulangi, jangan sampai Boalemo ini jadi “proyek coba-coba” yang mengorbankan rakyat.

















