Sutriyani Lumula beberkan bahaya Merkuri

- Jurnalis

Jumat, 2 Desember 2022 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – “Merkury (Hg) adalah bahan organik dari jenis Methyl merkuri yang dapat memasuki placenta dan merusak janin pada wanita hamil sehingga bisa menyebabkan cacat bawaan, kerusakan DNA DAN Cromosom, gangguan saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak”.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriyani Lumula S.ST.,M.Kes saat memberikan sambutan Sosialisasi dan  Advokasi  Pengunaan Merkury yang Mempengaruhi Kesehatan Masyarakat, jumat 02-12-2022.

Berlangsung diaula Kantor Camat, Sutri juga menjelaskan Merkuri merupakan senyawa neurotoksin dan Sebagian besar keracunan muncul akibat terhirup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena merkuri mengandung senyawa neurotoksin , manusia bisa keracunan karena dihirup,Paparan tinggi dapat merusak saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal,” terang Sutri.

Beberapa dari kita mungkin tidak asing lagi dengan senyawa merkuri. Jika mendengar senyawa ini kita pasti teringat dengan keracunan yang ditimbulkannya seperti kasus keracunan merkuri yang terjadi di Jepang (Kasus Minamata), di teluk buyat ratatotok dan di tempat lain akibat dari proses penambangan.

Baca Juga :  Takut jarum, Bidan Dikes Boalemo Menangis saat disuntik

Dari berbagai sumber terpercaya yang berhasil media ini Trilogis.id rangkum, beberapa fakta yang terjadi penggunaan merkuri yang berbahaya bagi kesehatan.

Produsen ilegal biasanya menggunakan logam ini sebagai pemutih wajah.

– Banyak ditemukan di daerah – daerah yang memiliki daerah penambangan liar (PESK) Penambangan Emas Skala Kecil yang semuanya dalam melaksanakan proses kegiatan penambangannya menggunakan Merkury (Hg), Siandida dan karbon aktif.

– Keberadaan Penambang Emas Skala Kecil (PESK) perlu di awasi dan dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Sehingga, menurut Sutri, sebagai bahan yang sangat berbahaya, Pemerintah mengamanatkan Perpres Nomor 21 Tahun 2019 tentang Penyusunan RAN (Rencana Aksi Nasional) Pengurangan dan penghapusan  Merkuri.

Menitikberatkan padaa peredaran merkuri Dalam bidang perawatan kecantikan yang banyak ditemukan pada krim kecantikan dengan peredarannya sulit dibendung, sehingga Pemerintah Daerah melalui Dinas kesehatan berkesimpulan;

Baca Juga :  Rakor Persiapan Pendaftaran Bapaslon di KPU Boalemo, Berikut Hal Penting yang harus diperhatikan


1. Pelaku Penambang Emas  Berskala Kecil (PESK) perlu di koordinasikan bersama karena masalah PESK tidak bisa di hentikan, hanya mungkin pelu di bahas bersama agar para pelaku PESK ini di awasi dan di bina sehingga mereka dalam proses  kegiatan penambangan tidak menggunakan Merkuri, siani dan dan bahan kimia lainnya.

2. Dalam rangka untuk mengatur keberadaan Penambang Emas Skala Kecil (PESK) ini akan kami koordinasikan dengan lintas sektor terkait,   apakah masalah PESK ini dapat di legalkan sehingga aktivitas Penambang Emas Skala Kecil (PESK) ini dapat di kendalikan dengan maksimal.

3. Kemudian masalah Industri Rumah Tangga yang menghasilkan kosmetik hasil racikan sendiri yang notabene mungkin ada kandungan mercury juga perlu di awasi bersama.

Terakhir, Sutri berharap, dengan masalah mercury yang tentunya akan menjadi tanggung jawab bersama sehingga hal ini akan kami koordinasikan kembali melalui Rapat koordinasi Lintas Sektor Bidang kesehatan.

Berita Terkait

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:28 WITA

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Sabtu, 18 April 2026 - 18:27 WITA

Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 13:22 WITA

Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:40 WITA

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA