Tepis Kasus KONI akan “Aman”, Kajari Boalemo bakal Periksa Sollar Sell & KNPI

- Jurnalis

Kamis, 22 Juli 2021 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Trilogis.id (Boalemo) – Dugaan Korupsi terhadap anggaran Dana Hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Boalemo, kini naik status.

Kepada awak media, Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Boalemo membeberkan bahwa saat ini, kasus dugaan Korupsi untuk Dana Hibah KONI Sendiri sudah di tahap Penyidikan.

“Berdasarkan Surat Penyelidikan kami dengan Nomor : Print-337 Tgl 11 Juni 2021, tentang Dugaan Penyimpangan dana Hibah pada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) kabupaten Boalemo tahun 2018,2019 dan 2020, untuk ditindaklanjuti sesuai eksis perkara kami naikan menjadi Penyidikan,” kata Rafid dalam Konferensi Pers yang digelar di Aula Kejaksaan Negeri Boalemo, Kamis 22-07-2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, ketika berkembang audiens bersama awak media, Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo Ahmad Muclis SH., MH., di soal terkait masalah Sollar Sell dan Persoalan lain yang belum mendapatkan kejelasan.

Baca Juga :  Dugaan intimidasi di RSIB Boalemo oleh Anak Rum Pagau melanggar UU dan HAM?

Menurut Ahmad Muclis, saat ini dirinya masih berfokus pada penyidikan KONI, namun tetap akan melakukan pengecekan kembali terhadap berkas tersebut.

“Sollar Sell waktu itu masih Penyelidikan, Sampai saat ini saya belum pernah melakukan pemeriksaan kembali, namun kalu ada alat bukti, kami akan menyelesaikannya dengan memanggil untuk diperiksa. Karena memang yang dilaporkan itu belum menjabat anggota Dewan, jadi mungkin bisa berkoordinasi dengan kasi Pidsus,” kata Ahmad Muclis.

Dirinya juga mengaku bahwa Pihak Kejaksaan hanya melakukan pemeriksaan dengan profesional karena sempat beredar informasi bahwa perkara KONI akan diamankan.

“Tergantung kita semua untuk mendorong perkara ini. Komitmen kami, tidak bermain-main, kita profesional. Karena hibah di Boalemo ini banyak, bukan cuma itu saja, ada KNPI dan sebagainya,” ungkap Ahmad Muclis.

Berita Terkait

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA