Ti Kama, Aktivis Muda Berdarah Politik, Membidik Kursi Bupati Kabupaten Boalemo

- Jurnalis

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Tajuk_Boalemo) – Di tengah hiruk-pikuk politik yang kadang terasa membingungkan, rasa-rasanya anak muda harus terus terang dengan sikap politiknya. Dikenal dengan panggilan akrabnya, Ti Kama, Mohammad Nurmawan Pakaya, seorang aktivis muda dengan latar belakang politik yang kuat, telah mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai bupati Kabupaten Boalemo dalam pemilihan tahun 2024. Baginya, langkah ambisius ini didorong oleh dorongan kuat dari masyarakat Boalemo, terutama para pemuda progresif yang mengharapkan perubahan dan kemajuan di daerah mereka.

Ti Kama, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia aktivisme dan politik. Mulai dari memperjuangkan isu-isu rentan dan marginal sebagai aktivis mahasiswa hingga terlibat dalam perjuangan politik di tingkat daerah Kabupaten Boalemo, Mawan telah membuktikan komitmennya terhadap perubahan yang lebih baik.

Namun, perjalanan politik Mawan tidak selalu mulus. Sebelumnya, ia bahkan pernah mengalami masa di balik jeruji besi karena memperjuangkan hak politiknya, khususnya hak politik dari partai tempatnya bernaung, yaitu Gerindra. Kontroversi ini memunculkan sorotan terhadap perlunya perubahan dalam sistem politik yang memahami dan menerima kritik sebagai bagian integral dari demokrasi.

Berbekal dorongan yang kuat dari masyarakat, menjadikan keputusan Mawan untuk maju sebagai calon bupati semakin mantap. Keputusannya ini diharapkan akan membuka jalan bagi perubahan yang lebih baik di Kabupaten Boalemo, di mana pemuda diharapkan dapat memiliki peran yang lebih aktif dalam pembentukan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, telah menegaskan bahwa partai Gerindra akan memprioritaskan kader muda dalam ajang pemilihan tahun 2024. Hal ini menjadi sinyal positif bagi Mawan, yang juga tengah meniti karir politiknya di tingkat nasional. Diharapkan bahwa keberadaan Mawan sebagai calon bupati akan membawa angin segar dalam politik lokal, dengan fokus utama pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Boalemo.

Baca Juga :  Gerindra Soroti KUA-PPAS 2026: Konsistensi Perencanaan dan Pemerataan Anggaran Jadi Kunci
Muh. Nurmawan Pakaya

Secara internal, sampai dengan saat ini, wabil khusus di Gorontalo, Partai Gerindra belum mengambil langkah politik baik itu membuka pendaftaran calon Bupati dan calon wakil Bupati, memeberikan rekomendasi kepada pasangan calon, atau menetapkan posisi partai pengusung calon pada pilkda 2024. Hal itu menjadi kesempatan yang baik bagi Mawan sendiri. Artinya, sebagai seorang kader yang loyal terhadap Gerindra, bekelindan dengan karir politiknya di level nasional, serta didukung oleh peryantaan Ketua Harian Partai Gerindra yang bakalan memprioritaskan kader dalam helat pilkada 2024, harapan membuncah di hati Mawan untuk Partai Gerindra turut mendukungnya dan memberikan kesempatan terhadapnya dalam pilkada 2024 melalui rekemondasi usulan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Boalemo.

Dengan keyakinan yang kuat dan dukungan yang melimpah, Mawan siap melangkah maju dalam pertarungan politik untuk menjadi pemimpin yang mampu mengubah Kabupaten Boalemo menjadi tempat yang lebih baik untuk semua warganya.(Rls)

Berita Terkait

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Berita Terbaru