Trilogis.id, Boalemo – Komitmen Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat kembali dibuktikan saat ia menindaklanjuti laporan dari Ketua DPC.Demokrat Kabupaten Boalemo H. Hardi Syam Mopangga, S.Pd., M.Si., untuk meninjau korban banjir yang melanda Desa Potanga, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.
Banjir yang terjadi pada Senin dini hari, 11 Juni 2025 sekitar pukul 00.20 WITA itu dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore sebelumnya. Luapan air Sungai Potanga tak dapat terbendung dan menerjang permukiman warga, membawa serta lumpur dan merusak perabotan rumah tangga. Akibatnya, kurang lebih 60 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke serambi masjid setempat untuk menyelamatkan diri.
Di tengah suasana duka dan keprihatinan itu, kehadiran jajaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menjadi suntikan semangat bagi warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selaku masyarakat kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian Pak Gubernur terhadap kami yang menjadi korban banjir,” tutur Lans Nihali, salah satu warga terdampak, dengan mata berkaca-kaca.
Tidak sekadar meninjau, Gusnar Ismail melalui Dinas PUPR dan BPBD Provinsi Gorontalo menyalurkan Bantuan untuk membersihak sisa-sisa sedimen banjir serta melakukan survei lapangan untuk memetakan titik rawan dan merancang solusi jangka panjang.
Ia memastikan bahwa kondisi warga terdampak menjadi prioritas utama, baik dari sisi kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, hingga perencanaan pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap bencana.
Dalam keterangannya, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.
“Ini bukan sekadar musibah, tapi panggilan kemanusiaan. Kita akan upayakan segera pembangunan tanggul pengaman di sepanjang bantaran Sungai Potanga agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya melalui gawai saat Legilator Boalemo melaporkan usai kunjungan.
Sementara itu, bentuk kepedulian juga datang dari legislatif daerah. Hardi Mopangga, anggota DPRD Kabupaten Boalemo, turut memberikan bantuan kepada para korban sebagai bentuk keprihatinan sekaligus solidaritas sesama warga.
Langkah cepat pemerintah provinsi dan dukungan masyarakat menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemimpin dan rakyat masih hidup dan kuat di Gorontalo. Respons cepat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga awal dari kebijakan penanggulangan bencana yang lebih tangguh di masa depan.
Dengan rencana pembangunan tanggul yang akan diusulkan dalam anggaran melalui Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, masyarakat Desa Potanga kini berharap mereka bisa kembali hidup dengan tenang tanpa lagi dihantui kekhawatiran akan banjir



















