Wapres BEM UNG Tantang Sikap Fraksi dan PDIP: Pecat Wahyudin Moridu, Aleg amoral didepan rakyat!

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) — Kontroversi yang menyeret nama Aleg DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, kembali menguat setelah munculnya video dugaan pelanggaran moral yang viral. Kali ini, Wakil Presiden BEM Universitas Negeri Gorontalo, Gufran Yajitala secara terbuka menantang fraksi dan PDI Perjuangan untuk segera bersikap tegas.

Menurutnya, langkah cepat sangat penting untuk menghindari turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Ia mencontohkan kasus-kasus sebelumnya, seperti keputusan sejumlah partai yang berani menonaktifkan anggotanya akibat tersandung persoalan moral maupun hukum.

Kita bisa lihat, misalnya, PDIP sendiri pernah menonaktifkan politikusnya Sahroni ketika tersangkut kasus yang mengganggu integritas partai. Beberapa partai lain pun mengambil sikap serupa terhadap kader yang bermasalah, demi menjaga kehormatan partai dan wakil rakyat,” jelas Gufran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, jika kasus Wahyudin Moridu hanya dibiarkan tanpa langkah tegas, maka hal ini akan menimbulkan preseden buruk bahwa partai dan fraksi lebih mementingkan kepentingan politik dibanding integritas dan moralitas publik.

Mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini, sebab wakil rakyat seharusnya menjadi teladan, bukan justru menambah daftar panjang pelanggaran etik yang mencoreng demokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wapres BEM UNG mendesak agar Wahyudin Moridu segera dicopot dari jabatannya sebagai aleg DPRD.

Tidak ada alasan untuk menunda, pelanggaran ini sudah cukup terang. Pemecatan adalah jalan satu-satunya demi menjaga marwah DPRD, Partai dan Rakyat. Kami menuntut pemecatan dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga menekankan bahwa pembiaran hanya akan memperdalam kekecewaan masyarakat terhadap wakil rakyat.

“Setiap detik penundaan berarti semakin hilangnya kepercayaan publik. Jangan sampai rakyat melihat bahwa partai politik lebih memilih melindungi kadernya daripada mendengarkan jeritan moral masyarakat. Jika benar berpihak kepada rakyat, maka sikap tegas harus ditunjukkan sekarang juga, bukan besok atau lusa,” tambahnya.

Wapres BEM UNG menegaskan, akan mengirim surat pengantar kepada DPP PDI Perjuangan agar dapat mengambil sikap yang tegas. BEM UNG bersama seluruh elemen masyarakat sipil siap turun aksi dalam gelombang massa yang lebih besar.

Kami tidak akan tinggal diam. Jika Wahyudin Moridu tidak segera dipecat, maka jalanan akan menjadi saksi perlawanan mahasiswa. Ini bukan sekadar isu politik, ini adalah perjuangan moral,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, IPTU Ardi Wisnu Minta Personil Untuk Tetap Humanis Saat Beroperasi

Berita Terkait

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Darah Muda di Pucuk PBB Gorontalo: Kisman Abubakar Siap Ubah Peta Geopolitik Daerah

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA