Trilogis.id (Boalemo) – Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, mengimbau seluruh pelanggan untuk menampung air saat hujan sebagai langkah antisipatif atas gangguan suplai air bersih yang masih berlangsung hingga saat ini, Senin (9/6/2025).
Gangguan tersebut, menurut Hariyono, merupakan dampak lanjutan dari bencana longsor yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Ayuhulalo pada 19 Maret 2025. Material longsor diketahui secara terus menerus menutupi saluran intake PERUMDA yang berada di Embung Ayuhulalo setiap kali hujan turun, sehingga menghambat distribusi air bersih ke pemukiman warga.
“Ketika alam berbicara, manusia hanya bisa bersabar. Air sementara tak mengalir bukan karena kami berhenti berusaha, tetapi karena kekuatan alam sedang menguji kita semua,” ujar Hariyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, tim teknis PERUMDA terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan sistem distribusi air. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu serta medan alam yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri dalam proses tersebut.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, masyarakat diminta untuk menampung air hujan sebagai cadangan kebutuhan harian, mengingat suplai air bersih belum sepenuhnya pulih.
Hariyono juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pelanggan, serta berharap adanya dukungan dan pengertian masyarakat selama masa pemulihan masih berlangsung.




















