Satu-satunya. Layaknya Senator, Hardi Mopangga beberkan Kesenjangan Sosial di Bimtek DPRD Nasional

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id  (Boalemo) – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Boalemo, Hardi Syam Mopangga, menyampaikan pandangan tajamnya di hadapan para legislator dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Orientasi DPRD yang berlangsung di Hotel Aston Jakarta, Senin (28/07).

Dalam paparannya, Hardi menyoroti berbagai isu krusial terkait tugas dan fungsi DPRD dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat rakyat. Ia juga tidak segan melontarkan kritik terhadap beberapa aspek yang menurutnya memerlukan perbaikan mendesak dalam pengelolaan negara.

Mopangga mengawali pernyataannya dengan menegaskan peran penting DPRD dalam fungsi budgeting, pengawasan, dan legislasi demi kesejahteraan rakyat. Namun, ia kemudian menyoroti sebuah realitas yang dianggapnya ironis dan menjadi perhatian seriusnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Republik kita ini kaya, memiliki sumber daya alam luar biasa, namun kekayaan kita hanya dinikmati oleh orang luar dibanding orang lokal. Dan ini adalah fakta di lapangan,” tegas Hardi. Pernyataan ini sontak menarik perhatian para peserta Bimtek, yang mengisyaratkan adanya kesenjangan serius dalam pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia.

Lebih lanjut, Hardi Syam Mopangga juga menyuarakan keresahannya terkait batas-batas kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mendesak agar para legislator di daerah terus menekan pemerintah pusat agar tidak terjadi penarikan kewenangan yang berlebihan dari daerah.

Jangan kewenangan daerah diambil oleh pusat, dan dirasa tidak adil bagi kita di daerah,” tegasnya.

Hardi menggarisbawahi bahwa banyak hal yang terjadi di daerah seringkali diproteksi atau diatur secara berlebihan oleh pusat. Menurutnya, banyaknya aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat dinilai tidak sebanding atau tidak relevan dengan kondisi dan penerapan di daerah. Hal ini, kata Hardi, menghambat inisiatif dan kemandirian pemerintah daerah dalam mengembangkan wilayahnya.

Baca Juga :  Resmikan Toko Pengendali Inflasi, Bupati Boalemo: Jangan Ada Lonjakan Harga Bahan Pokok Selama Puasa!

Argumen Hardi Syam Mopangga ini memberikan perspektif penting mengenai tantangan yang dihadapi oleh daerah dalam mengoptimalkan potensi dan kewenangan mereka di tengah sistem pemerintahan yang ada, sekaligus menjadi masukan dalam diskusi antar-legislator di tingkat nasional.

Di hadapan forum di Jakarta hardi membongkar ironi pendidikan kita : ada anak ingin sekolah, tapi ditolak. Bukan karena nakal, bukan karena tidak mampu, tapi karena lewat umur 15 tahun. Salah satunya, Mila, anak Boalemo yang ingin belajar, malah dianggap “tidak memenuhi syarat sistem”.

Baca Juga :  Bupati Rum Pagau Buka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Prakarya di Tilamuta

Ia menyebut aturan ini tidak relevan dan merugikan, khususnya bagi anak-anak dari wilayah tertinggal dan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi rendah.

Keberpihakan ini jelas dan menyatakan dirinya akan terus memperjuangkan hak-hak pendidikan anak di Boalemo. hardi telah memberikan isyarat agar sistem pendidikan nasional jangan hanya berbicara soal regulasi, tapi juga mampu memahami kenyataan sosial masyarakat di lapangan.

Disisi lain, hadapan forum di Jakarta Hardi Mopangga juga membeberkan ironi pendidikan di Kabupaten Boalemo.

Ada anak ingin sekolah, tapi ditolak. Bukan karena nakal, bukan karena tidak mampu, tapi karena lewat umur 15 tahun. Salah satunya, Mila, anak Boalemo yang ingin belajar, malah dianggap “tidak memenuhi syarat sistem”.

Ia menyebut aturan ini tidak relevan dan merugikan, khususnya bagi anak-anak dari wilayah tertinggal dan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi rendah.https://www.facebook.com/share/v/1FGrfYahUo/?mibextid=wwXIfr

Keberpihakan ini jelas dan menyatakan dirinya akan terus memperjuangkan hak-hak pendidikan anak di Boalemo. hardi telah memberikan isyarat agar sistem pendidikan nasional jangan hanya berbicara soal regulasi, tapi juga mampu memahami kenyataan sosial masyarakat di lapangan.

Berita Terkait

Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Demokrat Bidik Kursi DPR-RI; Erwin Ismail Bergerak Tenang, Serius Menang
Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?
Dari Gorontalo, Prabowo Mulai Program Besar Penguatan Nelayan Nasional
Di Tengah Instruksi Efisiensi, Pemda Malah Anggarkan Pengadaan Mobil Baru?
Boalemo di Ambang Kolaps: Sekda Mangkir dari DPRD saat Nasib Ribuan Tenaga Honorer Jadi Pertaruhan
Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:17 WITA

Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:03 WITA

Demokrat Bidik Kursi DPR-RI; Erwin Ismail Bergerak Tenang, Serius Menang

Senin, 11 Mei 2026 - 19:34 WITA

Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:12 WITA

Dari Gorontalo, Prabowo Mulai Program Besar Penguatan Nelayan Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:48 WITA

Di Tengah Instruksi Efisiensi, Pemda Malah Anggarkan Pengadaan Mobil Baru?

Berita Terbaru

Gorontalo

Sekda Masih Pakai Mobil lama, Innova Zenix untuk Siapa?

Senin, 11 Mei 2026 - 19:34 WITA