Trilogis. Id _(Boalemo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo akhirnya memberikan penjelasan lebih rasional terkait kontroversi program beasiswa penuh untuk 50 mahasiswa kurang mampu di Kampus Famika Makassar.
Pemerintah Daerah, mealaui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, melayu, menegaskan bahwa program ini sejatinya merupakan inisiatif langsung dari pihak kampus, bukan program anggaran daerah. Karena sifatnya penawaran dengan waktu yang sangat singkat, pemerintah hanya mengambil peran untuk memfasilitasi keberangkatan dan memastikan validitas program.
“Ini program murni dari kampus. Pemerintah hanya masuk untuk memfasilitasi agar anak-anak Boalemo bisa benar-benar mendapatkan kesempatan kuliah dengan beasiswa penuh. Jadi bukan berarti pemerintah menutup-nutupi, tetapi memang waktunya terbatas,” jelas Kabid Dikdas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah Ada Informasi ke Desa
Daud menegaskan bahwa informasi sebenarnya telah disampaikan kepada sejumlah desa agar segera mengusulkan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, karena tawaran datang mendadak, proses komunikasi memang tidak sempat dilakukan secara masif ke seluruh wilayah.
“Dengan kondisi seperti ini, kami mengandalkan perangkat desa untuk menyalurkan informasi. Mungkin tidak semua bisa terjangkau, tapi yang jelas ada mekanisme penyampaian. Ini bukan berarti program disembunyikan,” ujarnya.
Verifikasi Lapangan untuk Kepastian
Untuk menghindari keraguan publik, Pemkab Boalemo bahkan sudah turun langsung ke Kampus Famika Makassar untuk melakukan verifikasi faktual. Langkah ini, menurut Daud, merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah.
“Kami menyambangi langsung kampus, bertemu dengan pihak pengelola, dan melihat fasilitas asrama. Kami ingin memastikan anak-anak Boalemo benar-benar akan belajar dan tinggal di tempat yang layak,” bebernya.
Transparansi Akan Diumumkan
Terkait nama-nama penerima yang belum dipublikasikan, Daud menjelaskan bahwa hal itu semata karena proses verifikasi dokumen masih berjalan.
“Kalau diumumkan sekarang sementara datanya belum lengkap, justru bisa menimbulkan masalah. Begitu final, nama-nama mahasiswa akan kami umumkan secara resmi agar publik tahu siapa saja yang berangkat,” tegasnya.
Rasionalisasi Kebijakan
Daud juga menambahkan, secara rasional, pemerintah tidak mungkin mampu mengakomodasi seluruh pelajar Boalemo sekaligus dalam waktu singkat. Namun, kesempatan 50 orang ini tetap dianggap sebagai langkah awal membuka jalan bagi program serupa di masa depan.
“Kalau program ini berjalan baik, kuotanya bisa bertambah. Jadi jangan dilihat hanya dari sisi kekurangannya, tapi dari peluang yang sedang dibuka,” tandasnya.
Komitmen Jangka Panjang
Pemkab Boalemo menekankan bahwa kebijakan ini berangkat dari niat murni untuk meningkatkan kualitas SDM daerah, bukan sekadar pencitraan.
“Kami ingin anak-anak Boalemo punya kesempatan lebih luas untuk bersaing di dunia kerja. Kalau ada kritik, kami anggap sebagai masukan. Yang penting niat dan arah kebijakan tetap untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Daud



















