RSCG tidak hanya merawat raga, tetapi juga menenangkan jiwa : Sebuah Asa yang Terangkai dalam Pengabdian

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Tajuk/Opini) – Ketika sebuah tongkat kepemimpinan berpindah tangan, selalu ada riak-riak harapan yang menyertai, bercampur dengan bisikan-bisikan tantangan yang menanti. Begitulah suasana yang kini menyelimuti RSUD drg. Clara Hadijah Gobel (RSCG) Kabupaten Boalemo, di mana kursi Direktur yang sebelumnya diduduki oleh dr. Rahmawaty Dai kini diemban oleh dr. Wahyudin Dangkua, Sp.PD. Pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan sebuah estafet amanah kemanusiaan yang besar.

Di balik seremonial pergantian yang khidmat, terkuak sejumlah “pekerjaan rumah” yang membutuhkan sentuhan empati dan solusi nyata. Bagaimana tidak, para garda terdepan kesehatan, dokter, perawat, dan staf administratif, masih menanti pembayaran jasa medis BPJS mereka yang tertunda sejak Januari 2025.

Bayangkan gurat lelah di wajah-wajah pahlawan ini, yang mungkin di tengah pengabdian tulus mereka, harus memikirkan kebutuhan keluarga yang terpengaruh oleh penundaan hak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan jasa medis pasien non-BPJS pun tak kalah membebani, menumpuk hingga tiga tahun terakhir. Angka-angka ini bukan sekadar data finansial, melainkan cerminan dari dedikasi yang belum sepenuhnya dihargai, menguji kesabaran dan semangat pengabdian mereka.

Baca Juga :  Ini dia Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo yang baru

“Jika nakhoda baru hanya menggantikan figur tanpa komitmen kuat untuk menuntaskan tumpukan persoalan ini, rasanya kondisi justru bisa terasa lebih berat,” gumam lirih dari internal, sebuah harapan tulus agar kehadiran direktur baru membawa angin segar kepastian, bukan sekadar pergantian nama.

Namun, RSCG bukan hanya tentang angka-angka dan masalah internal. Ia adalah jantung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boalemo. Keluhan tentang antrean panjang yang menguras waktu dan energi, ketersediaan obat yang kadang memicu kecemasan, serta fasilitas dasar yang masih jauh dari sempurna, adalah suara-suara kerinduan dari masyarakat.

Setiap keluhan adalah panggilan kemanusiaan, agar rumah sakit ini benar-benar bisa menjadi pelabuhan terakhir bagi mereka yang mencari kesembuhan dan ketenangan.

Kini, seluruh mata masyarakat Boalemo tertuju pada dr. Wahyudin Dangkua, Sp.PD. Sebuah harapan besar terpahat: Akankah beliau mampu merangkul semua tantangan ini dengan hati, menemukan jalan terang untuk menuntaskan tunggakan yang membebani para pejuang medis? Bisakah sentuhan kepemimpinannya membawa napas baru, mempercepat perbaikan antrean, menjamin ketersediaan obat, dan meningkatkan fasilitas, sehingga setiap pasien merasa dihargai dan dilayani dengan martabat?

Baca Juga :  Miliki Kekayaan Alam langka, Boalemo terima kunjungan Sekjen UNESCO

Harapan kita, sebagai masyarakat, tidak hanya terpatri pada figur direktur yang baru. Lebih dari itu, kita menanti orientasi tindakan yang berlandaskan kasih, transparansi dalam setiap langkah, dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan.

Langkah-langkah nyata seperti pembayaran hak-hak lebih cepat, perbaikan sistem antrean yang menguras kesabaran, ketersediaan obat yang menenangkan jiwa, serta peningkatan fasilitas yang memberikan kenyamanan, itulah jawaban yang paling ditunggu.

Semoga estafet kepemimpinan di RSUD drg. Clara Hadijah Gobel ini menjadi babak baru di mana setiap masalah menemukan solusi humanisnya, dan setiap tetes pengabdian para pahlawan kesehatan terbalas dengan kepastian.

Demi sebuah rumah sakit yang tidak hanya merawat raga, tetapi juga menenangkan jiwa dan menumbuhkan harapan di hati setiap insan Boalemo.

Berita Terkait

Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu
“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis
Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya
“Kursi Kosong”, Boikot Ketua DPRD Boalemo Berkepanjangan Lumpuhkan Nadi Legislasi dan Merugikan PDIP ?
Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan
Jalan Rusak Parah Puluhan Tahun, Bupati Buta, DPRD Bisu; Uang Rakyat ke Mana?
Boikot untuk Ketua; DPRD Boalemo mulai Retak ??
Walk Out. LKPJ Rum Pagau Nyaris Tak Diterima DPRD Boalemo??

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:30 WITA

Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WITA

“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:33 WITA

Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:28 WITA

“Kursi Kosong”, Boikot Ketua DPRD Boalemo Berkepanjangan Lumpuhkan Nadi Legislasi dan Merugikan PDIP ?

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:19 WITA

Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan

Berita Terbaru

Cerpen

Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan

Selasa, 7 Jul 2026 - 12:19 WITA