Dugaan Penipuan oleh Istri Oknum Polisi, Korban minta maaf, Keadilan dimana?

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) — Puluhan warga Gorontalo hingga Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan menjadi korban penipuan arisan bodong yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Bhayangkari Polres Boalemo berinisial DA. Kasus ini mencuat ke publik dan menimbulkan sorotan tajam terhadap lambatnya respons pihak kepolisian, yang dinilai kontras dengan kecepatan mereka dalam menanggapi kasus-kasus lain.

Menurut laporan korban yang disampaikan kepada media, DA, yang merupakan istri dari seorang anggota Polres Boalemo, berhasil mengelabui para korbannya dengan modus arisan. Kepercayaan korban terbentuk karena mereka meyakini status DA sebagai istri polisi.

Kami tahu suaminya kan Polisi. Jadi, kami pikir dia (DA) tidak akan menipu kami,” ungkap salah satu korban yang Selasa, 29 Juli 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para korban mulai menyadari adanya penipuan setelah pada tanggal 26 Juli, saat pencabutan arisan, mereka tidak mendapatkan keuntungan yang dijanjikan.

Seorang korban yang telah menyetor modal Rp 1 juta, hanya diberi gawai usang dan uang tunai Rp 300 ribu. Saat korban lain meminta pengembalian modal, DA disebut tidak lagi memberikan kabar dan tidak menunjukkan itikad baik.

Baca Juga :  Diduga Melanggar Prokes, Polres Boalemo Bubarkan Pasar Malam di Wonosari

Kasus ini semakin rumit setelah beberapa korban yang meluapkan kekesalannya di media sosial justru diduga mendapatkan intimidasi. Salah satu korban bahkan dilaporkan menghapus unggahannya dan meminta maaf.

Yang posting malah minta maaf. Alasannya karena suami pelaku yang Polisi ini katanya tidak ikut terlibat dengan arisan ini. Akhirnya dia minta maaf,” tulis warganet di unggahan akun. Media sosialnya.

Aksi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan korban, yang meminta agar identitas mereka tidak diungkap ke publik, khawatir akan berhadapan dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Di sisi lain, publik menyoroti perbedaan perlakuan yang ditunjukkan oleh Polres Boalemo. Kasus penipuan yang merugikan ratusan juta rupiah ini dinilai berjalan lambat, sementara pihak kepolisian terkesan cepat tanggap dalam menangani kasus lain.https://www.facebook.com/share/p/17BZmRB9mV/?mibextid=wwXIfr

Masyarakat Boalemo sempat dihebohkan dengan kasus Stemy Usman, seorang warga yang hamil, harus membuat permohonan maaf di media sosial karena “salah ketik” di statusnya.

Menanggapi dugaan tersebut, Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi, saat dikonfirmasi, menyampaikan akan memperjelas dan mendalami masalah ini.

Kami cek dulu ya mas, dan kami perdalam,” ucap Kapolres lewat pesan singkat.

Sementara itu, dua hari lalu, Wakil Kapolres Boalemo sempat menyampaikan melalui media online bahwa kasus ini “murni arisan bukan penipuan,” dan korban dirugikan karena ada anggota lain yang tidak membayar.

Baca Juga :  Gelar Operasi Otanaha III, Polres Boalemo dapati Minuman Keras jenis Captikus

Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat, yang mempertanyakan gaya hidup mewah oknum Bhayangkari tersebut.

Harusnya, perjalanan oknum Bhayangkari bersama suaminya yang gaya hedon juga perlu diselidiki. Ini perlu dipertanyakan, ketika mereka bisa ke Bali, ke luar negeri, berpoya-poya, membeli barang-barang mahal, itu menggunakan anggaran siapa,” tulis  masyarakat di facebook.

Pernyataan ini muncul karena DA sempat mengaku tidak mampu mengembalikan uang arisan, namun selang beberapa hari justru terlihat bepergian.

Publik Boalemo kini menantikan tindakan tegas dan transparan dari Polres Boalemo. Dikhawatirkan, lambatnya penanganan kasus ini akan menimbulkan kesan adanya upaya perlindungan karena pelaku terafiliasi dengan institusi Polri.

Masyarakat berharap agar Kapolres Sigit Rahayudi dapat memberikan kejelasan dan memastikan proses hukum berjalan adil, tanpa memandang siapa yang terlibat.

Berita Terkait

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Pimpin Muscam V Tilamuta, Lahmuddin Hambali Tegaskan Kader Golkar Harus Jadi Motor Kepentingan Publik
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Selasa, 21 April 2026 - 14:45 WITA

Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga

Sabtu, 18 April 2026 - 13:22 WITA

Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:40 WITA

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA