Trilogis.id_(Boalemo) — Puluhan warga Gorontalo hingga Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan menjadi korban penipuan arisan bodong yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Bhayangkari Polres Boalemo berinisial DA. Kasus ini mencuat ke publik dan menimbulkan sorotan tajam terhadap lambatnya respons pihak kepolisian, yang dinilai kontras dengan kecepatan mereka dalam menanggapi kasus-kasus lain.
Menurut laporan korban yang disampaikan kepada media, DA, yang merupakan istri dari seorang anggota Polres Boalemo, berhasil mengelabui para korbannya dengan modus arisan. Kepercayaan korban terbentuk karena mereka meyakini status DA sebagai istri polisi.
“Kami tahu suaminya kan Polisi. Jadi, kami pikir dia (DA) tidak akan menipu kami,” ungkap salah satu korban yang Selasa, 29 Juli 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para korban mulai menyadari adanya penipuan setelah pada tanggal 26 Juli, saat pencabutan arisan, mereka tidak mendapatkan keuntungan yang dijanjikan.
Seorang korban yang telah menyetor modal Rp 1 juta, hanya diberi gawai usang dan uang tunai Rp 300 ribu. Saat korban lain meminta pengembalian modal, DA disebut tidak lagi memberikan kabar dan tidak menunjukkan itikad baik.
Kasus ini semakin rumit setelah beberapa korban yang meluapkan kekesalannya di media sosial justru diduga mendapatkan intimidasi. Salah satu korban bahkan dilaporkan menghapus unggahannya dan meminta maaf.
“Yang posting malah minta maaf. Alasannya karena suami pelaku yang Polisi ini katanya tidak ikut terlibat dengan arisan ini. Akhirnya dia minta maaf,” tulis warganet di unggahan akun. Media sosialnya.
Aksi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan korban, yang meminta agar identitas mereka tidak diungkap ke publik, khawatir akan berhadapan dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Di sisi lain, publik menyoroti perbedaan perlakuan yang ditunjukkan oleh Polres Boalemo. Kasus penipuan yang merugikan ratusan juta rupiah ini dinilai berjalan lambat, sementara pihak kepolisian terkesan cepat tanggap dalam menangani kasus lain.https://www.facebook.com/share/p/17BZmRB9mV/?mibextid=wwXIfr
Masyarakat Boalemo sempat dihebohkan dengan kasus Stemy Usman, seorang warga yang hamil, harus membuat permohonan maaf di media sosial karena “salah ketik” di statusnya.
Menanggapi dugaan tersebut, Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi, saat dikonfirmasi, menyampaikan akan memperjelas dan mendalami masalah ini.
“Kami cek dulu ya mas, dan kami perdalam,” ucap Kapolres lewat pesan singkat.
Sementara itu, dua hari lalu, Wakil Kapolres Boalemo sempat menyampaikan melalui media online bahwa kasus ini “murni arisan bukan penipuan,” dan korban dirugikan karena ada anggota lain yang tidak membayar.
Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat, yang mempertanyakan gaya hidup mewah oknum Bhayangkari tersebut.
“Harusnya, perjalanan oknum Bhayangkari bersama suaminya yang gaya hedon juga perlu diselidiki. Ini perlu dipertanyakan, ketika mereka bisa ke Bali, ke luar negeri, berpoya-poya, membeli barang-barang mahal, itu menggunakan anggaran siapa,” tulis masyarakat di facebook.
Pernyataan ini muncul karena DA sempat mengaku tidak mampu mengembalikan uang arisan, namun selang beberapa hari justru terlihat bepergian.
Publik Boalemo kini menantikan tindakan tegas dan transparan dari Polres Boalemo. Dikhawatirkan, lambatnya penanganan kasus ini akan menimbulkan kesan adanya upaya perlindungan karena pelaku terafiliasi dengan institusi Polri.
Masyarakat berharap agar Kapolres Sigit Rahayudi dapat memberikan kejelasan dan memastikan proses hukum berjalan adil, tanpa memandang siapa yang terlibat.


















