Tidak update, Kritik Kisman Abubakar Dijawab dengan Lobi Anggaran Produktif oleh Rum Pagau

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 02:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(BOALEMO) – Sidang paripurna DPRD Boalemo yang mengagendakan pembahasan APBD perubahan 2025 menjadi sorotan publik.

Ketidakhadiran Bupati Rum Pagau dalam momen penting ini memicu kritik dari tokoh pemuda setempat, Kisman Abubakar.

Ia menilai bahwa kehadiran pimpinan daerah sangat esensial dan merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap hajat hidup masyarakat dan birokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kisman, kunjungan kerja bupati ke luar daerah sering kali dianggap tidak membawa hasil signifikan dan hanya membebani anggaran daerah. Namun, di sisi lain, informasi yang beredar mengungkapkan alasan strategis di balik ketidakhadiran Rum Pagau.

Baca Juga :  Antara Shalat hingga Program Gaib dan Uang Rakyat yang Raib

Misi ‘Jemput Bola’ di Tengah Keterbatasan Anggaran

Keberadaan Rum Pagau di tingkat pusat bukanlah sekadar perjalanan dinas biasa, melainkan sebuah misi “jemput bola” untuk melakukan lobi anggaran dan program di berbagai kementerian.

Upaya ini menjadi krusial di tengah kebijakan pemerintah pusat yang tengah menggalakkan efisiensi anggaran. Kehadiran wakil bupati dalam sidang paripurna dianggap sebagai representasi yang sah, dan seluruh rangkaian pembahasan akan dilaporkan kembali kepada Rum Pagau.

Melalui upaya lobi yang intensif, Rum Pagau berhasil membawa pulang bantuan konkret bagi daerah. Ia sukses mengamankan program hilirisasi perkebunan seluas 7.000 hektar melalui Anggaran Tambahan Belanja (ATB) seperti diungkapkan oleh Wakil Bupati dalam sambutannya mewakili pemerintah daerah dalam sidang paripurna 23-09-2025.

Baca Juga :  “Korupsi dimasa Pandemi”, Kajari Janji seriusi Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo

Prestasi ini secara tidak langsung menjawab kritik terkait efektivitas kunjungan kerjanya. Bantuan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan Boalemo, dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Peristiwa ini menunjukkan dinamika yang terjadi di tubuh pemerintahan daerah, di mana kritik dan pengawasan dari legislatif serta masyarakat berjalan beriringan dengan upaya proaktif eksekutif untuk mengamankan pembangunan daerah.

Berita Terkait

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA