“Korupsi dimasa Pandemi”, Kajari Janji seriusi Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) – Komitmen Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo dalam mengusut kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif anggota DPRD periode 2019–2024 semakin menguat. Kepala Kejari Boalemo, Nurul Anwar, secara tegas mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan langsung dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo sebagai bentuk penegasan atas keseriusan penanganan perkara ini.

“Arahan dari pimpinan jelas—penanganan harus dilakukan dengan penuh integritas, profesional, dan sesuai kaidah hukum. Ini bukan sekadar kasus lokal, tapi bagian dari agenda nasional dalam pemberantasan korupsi,” ujar Nurul dalam konferensi pers, Rabu (7/8).

Lebih jauh, ia menyebut bahwa penindakan ini juga sejalan dengan program strategis Asta Cita Presiden Terpilih Prabowo Subianto, khususnya pada poin ke-7 yang menitikberatkan pada penguatan pemberantasan korupsi di lembaga negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menyatakan keseriusannya, Kajari tidak menutupi bahwa proses penyidikan menghadapi hambatan teknis. Hingga kini, tim penyidik masih berupaya memenuhi syarat formil dua alat bukti yang sah, sebagaimana diatur dalam KUHAP, untuk menetapkan tersangka.

“Proses ini tidak sederhana karena menyangkut banyak pihak dan posisi strategis. Tapi kami tetap melangkah. Rekan-rekan penyidik bekerja dengan kehati-hatian, bukan karena tekanan, tapi karena kami ingin penanganannya tuntas dan berdampak,” jelas Nurul.

Yang mengejutkan, Kejari Boalemo juga membuka kemungkinan bahwa perkara ini tidak berhenti pada pelanggaran administratif, tetapi telah merambah ke ranah politik praktis. Nurul mengungkap adanya indikasi praktik money Politics yang terkait langsung dengan mekanisme perjalanan dinas fiktif tersebut.

“Kami menemukan sinyal kuat soal adanya pengaturan anggaran yang tidak semestinya dan kemungkinan besar berkaitan dengan kepentingan politik tertentu. Ini bukan hanya dugaan teknis, tapi juga politis,” katanya.

Menurutnya, Kejari akan menelusuri sejumlah lokasi yang diyakini menjadi tempat berlangsungnya transaksi ataupun rekayasa dokumen. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menyeluruh dalam menyingkap dugaan korupsi sistemik di lingkungan legislatif daerah.

Baca Juga :  Pandemi Covid 19, Sekda Boalemo Tetap Prioritaskan Pelayanan Publik

Pernyataan terbuka ini sontak mendapat respons positif dari publik yang sebelumnya mulai pesimistis terhadap penegakan hukum di daerah. Masyarakat menaruh harapan besar agar kejaksaan benar-benar dapat menuntaskan perkara ini hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga :  Melalui PPK dan PPS, KPU Boalemo gelar Sosialisasi di 7 Kecamatan

Langkah Kejari Boalemo dinilai bisa menjadi preseden penting dalam membongkar praktik penyimpangan anggaran di balik rutinitas perjalanan dinas dan birokrasi formal.

Jika konsisten, kasus ini dapat menjadi pintu masuk menuju reformasi keuangan daerah dan membongkar jejaring kekuasaan yang selama ini tersembunyi di balik meja rapat dan stempel institusi.

Berita Terkait

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah
Bupati Rum Pagau Letakkan Batu Pertama KNMP, Nilai Investasi Capai Rp10,8 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Senin, 14 September 2026 - 17:08 WITA

Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman

Berita Terbaru