Masih soal dugaan Perdis Fiktif. Memanas! Ban Dibakar di Kejari Boalemo, Kejaksaan dituding Tak Berani Sentuh Pimpinan DPRD

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(BOALEMO) – Tekanan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo kian memuncak. Aksi demonstrasi menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas (perdis) fiktif DPRD Boalemo memanas pada hari Kamis (2/10/2025), ditandai dengan pembakaran ban di halaman kantor Kejari.

Aksi protes keras ini dipicu oleh lambannya proses hukum yang dinilai tidak menyentuh aktor utama dugaan skandal korupsi tersebut. Sebuah spanduk besar yang dibentangkan massa menyindir aparat penegak hukum dengan tulisan tajam: “DPRD Boalemo Kebal Hukum”.

Tuntutan Kritis: Pimpinan Dewan Belum Diperiksa

Orator aksi, Syahril Tialo, secara tegas melontarkan kritik keras terhadap integritas Kejari Boalemo.

Sampai hari ini pimpinan DPRD Boalemo belum juga diperiksa. Ini menunjukkan kejaksaan tidak berani menyentuh aktor utama,” tegas Syahril di hadapan massa.

Ia menilai Kejari Boalemo tidak independen dalam menangani kasus yang telah merugikan keuangan daerah ini. Kecurigaan publik semakin menguat setelah Syahril menyinggung adanya dana hibah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo sebesar Rp700 jutaan yang diterima oleh pihak Kejaksaan. Hal ini, menurut massa, berpotensi meragukan independensi aparat hukum.

Baca Juga :  Jelang Kampanye, Bawaslu Provinsi Gorontalo siap kerahkan Tim Pengawasan dilapangan

Ancam Lapor Kejaksaan Agung

Massa aksi mendesak agar Kejari Boalemo segera memanggil dan memeriksa seluruh pimpinan DPRD Boalemo. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, massa berjanji akan membawa kasus dugaan korupsi perdis fiktif yang mencoreng nama lembaga legislatif ini ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Kejaksaan Agung RI.

Aksi demonstrasi yang melibatkan pembakaran ban ini menjadi alarm keras bagi Kejari Boalemo untuk segera mempercepat penyidikan dan membuktikan komitmen mereka dalam menegakkan hukum secara objektif, tanpa pandang bulu

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA