Trilogis.id_(Boalemo) — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo, Robert Pauweni SKM., melalui Kabid Penyuluhan dan Penggerakan, Indriati Fatima Masdar, SKM, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Mini Lokakarya Stunting Tingkat Kecamatan yang digelar di Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu aula desa tersebut tampak dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, puskesmas, dan perangkat desa. Para peserta duduk rapi mengikuti pemaparan yang disampaikan narasumber dari meja panel di bagian depan ruangan.
Indriati menegaskan bahwa mini lokakarya seperti ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting, terutama di wilayah pesisir seperti Paguyaman Pantai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“DPPKBP3A sangat mengapresiasi upaya kolaboratif ini. Mini lokakarya stunting di Desa Bubaa menunjukkan keseriusan pemerintah kecamatan dan puskesmas dalam memastikan intervensi gizi dan layanan keluarga berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil, peningkatan pola asuh, serta pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang.
“Sinergi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan penyuluh sangat penting. Kami mendorong agar seluruh program pencegahan stunting terus dipadukan dengan penguatan keluarga sebagai fondasi utama,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tampak dilakukan pemaparan data perkembangan stunting, evaluasi pelaksanaan intervensi, serta penyelarasan langkah untuk penuntasan program hingga akhir 2025. Peserta mengikuti sesi dengan aktif, memperhatikan materi yang ditayangkan melalui proyektor di depan ruangan.
Mini lokakarya ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mengoptimalkan program percepatan penurunan stunting dan memastikan setiap anak di Paguyaman Pantai mendapatkan hak tumbuh kembang yang sehat dan layak.



















