Trilogis.id (Boalemo) — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo terus mendorong penguatan solusi pencegahan stunting secara terintegrasi melalui pendekatan keluarga dan kolaborasi lintas sektor di Kecamatan Tilamuta, Selasa (2/12/2025).
Melalui Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Robert Pauweni, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluh dan Penggerak, Indriati Fatima Masdar, SKM, DPPKBP3A menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui intervensi yang menyentuh langsung keluarga.
“Upaya pencegahan stunting harus dimulai dari penguatan perencanaan keluarga, edukasi gizi seimbang, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Semua ini perlu didukung kolaborasi lintas sektor,” ujar Indriati Fatima Masdar, SKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa solusi pencegahan stunting yang didorong meliputi peningkatan kualitas layanan posyandu, penguatan peran kader kesehatan, edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pemanfaatan pangan lokal bergizi yang mudah dijangkau masyarakat.
Camat Tilamuta menyampaikan bahwa pendekatan terintegrasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah kecamatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Kami terus mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung program pencegahan stunting agar berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tilamuta menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan penguatan pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pendampingan ibu hamil, imunisasi, hingga pemantauan rutin pertumbuhan balita.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran keluarga, DPPKBP3A Kabupaten Boalemo berharap berbagai solusi pencegahan stunting yang diterapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas




















