Trilogis.id (Boalemo) — Tindak lanjut atas temuan Bupati DPRD Boalemo Tindaklanjuti Temuan Bupati, Turun Cek Kerusakan SMPN 3 ManangguBoalemo Rum Pagau terkait kerusakan bangunan sekolah mulai dilakukan. Komisi III DPRD Kabupaten Boalemo bersama Dinas Pendidikan turun langsung ke SMP Negeri 3 Mananggu untuk memastikan proses perbaikan bangunan yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan rehabilitasi.
Kunjungan tersebut merupakan respons atas hasil peninjauan Bupati yang menemukan adanya kondisi bangunan sekolah yang dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Pemerintah daerah kemudian meminta DPRD dan dinas teknis melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh.
Ketua Komisi III DPRD Boalemo, Muhammad Amin, mengatakan hasil pemantauan di SMP Negeri 3 Mananggu menunjukkan adanya indikasi kelalaian dalam pengawasan proyek, khususnya oleh konsultan pengawas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Temuan di lapangan mengindikasikan adanya kelalaian dalam pengawasan teknis. Spesifikasi bangunan tidak dipenuhi secara maksimal, sehingga kondisi bangunan menjadi seperti yang kita lihat sekarang,” ujar Amin, Rabu (8/1/2026).
Menurut Amin, tindak lanjut ini penting sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti setiap temuan kepala daerah, khususnya yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa di lingkungan sekolah.
Komisi III kemudian memberikan peringatan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo agar memperketat pengawasan seluruh proyek rehabilitasi sekolah, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.
“Tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas. Semua spesifikasi teknis wajib dipenuhi oleh kontraktor dan konsultan pengawas harus benar-benar menjalankan fungsinya,” tegasnya.
Komisi III juga mendorong pembentukan tim khusus untuk mengawasi kinerja konsultan pengawas agar pendampingan teknis selama pelaksanaan pekerjaan berjalan optimal.
Selain SMP Negeri 3 Mananggu, DPRD dan Dinas Pendidikan berencana melanjutkan inspeksi ke sekolah-sekolah lain yang merupakan proyek rehabilitasi tahun anggaran 2023–2024 dan dilaporkan mengalami kerusakan serupa, terutama pada bagian plafon bangunan.



















