Trilogis, (PKM BERLIAN) – UPTD Puskesmas Berlian melaksanakan kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Gratis dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Pelayanan yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut menyediakan berbagai metode kontrasepsi, antara lain KB Pil, KB Suntik, KB Implan, KB IUD, dan Kondom. Masyarakat, khususnya pasangan usia subur, dapat memperoleh layanan secara gratis dengan hanya membawa fotokopi KTP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bidan Koordinator (BIKOR), Pelayanan KB dengan Pemeriksaan IVA HPV UPTD Puskesmas Berlian, Bdn. Yuliana, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa program KB bukan hanya bertujuan mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Melalui pelayanan KB yang aman dan terencana, keluarga dapat mengatur jarak kehamilan secara ideal sehingga kesehatan ibu lebih terjaga, risiko komplikasi kehamilan dapat ditekan, dan tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal,” ujar Yuliana.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang ragu menggunakan alat kontrasepsi karena kurangnya informasi yang benar. Oleh karena itu, kegiatan pelayanan KB serentak juga dibarengi dengan edukasi mengenai manfaat serta pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing pasangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan pertimbangan tersendiri, sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan pengguna,” tambahnya.
Pelayanan KB Serentak Harganas ke-33 merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk memperluas akses pelayanan KB yang berkualitas, aman, dan merata bagi masyarakat Indonesia. Program ini juga mendukung terwujudnya keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Yuliana berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi secara gratis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga.
“Perencanaan keluarga yang baik akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Keluarga yang sehat adalah fondasi utama lahirnya generasi yang berkualitas,” tutupnya.

















