Trilogis (BOALEMO) – Dalam rangka menciptakan lingkungan bersih dan sehat, Pemuda Patimura (Karang Taruna Patimura) sukses menggelar aksi Bakti Sosial berskala besar pada Kamis (2/7/2026).
Mengusung tema “Wujudkan Desa Sehat, Tanpa Demam Berdarah Dengue (DBD), Bebas Jentik untuk Generasi Masa Depan”, kegiatan ini berpusat di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Aksi kemanusiaan dan lingkungan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemuda Patimura dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Gorontalo, UPP Pelabuhan Tilamuta, Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, Dinas Kesehatan, serta unsur TNI-Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Lintas Sektor Bersihkan Lingkungan dan Periksa Kesehatan Gratis
Aksi nyata di lapangan dibalut dengan kegiatan pembersihan sampah secara massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Pentadu Timur. Guna meminimalisir akar permasalahan dari jentik nyamuk penular DBD dan Malaria, personil gabungan turun langsung ke lokasi.
Sinergi kuat ini turut dibantu oleh:
Angkatan Laut Pos Tilamuta
Polairud Polda Gorontalo
Satpol-PP Kabupaten Boalemo
Staf UPP Pelabuhan Tilamuta
- Masyarakat setempat

Darurat Sampah di Boalemo Jadi Sorotan
Dalam sambutannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan Setda Boalemo, Ir. Rowatita Manto, menekankan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi persoalan krusial yang memerlukan perhatian serius dan solusi jangka panjang.
“Di Kabupaten Boalemo saja, produksi sampah mencapai 20 ton per hari. Sementara itu, kapasitas armada yang kita miliki saat ini terbatas, hanya ada 1 mobil dump truck,” ungkap pejabat yang akrab disapa Wita Manto itu.
Tantangan makin berat mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berada di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat ibu kota kabupaten. Oleh karena itu, gerakan swadaya masyarakat seperti ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah.
Inovasi “Te Atin” Jadi Solusi Murah Cegah Nyamuk
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Kelas I Gorontalo, Tuti Jumriah Alwi, S.Si, M.Kes, mengaku sangat bangga dan senang dengan antusiasme serta jalannya giat bakti sosial ini.
Pada kesempatan tersebut, BKK Gorontalo memperkenalkan inovasi alat pengusir nyamuk bernama “Te Atin”.
“Inovasi ini sangat sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Dengan bahan baku yang mudah tersedia di sekitar kita, ‘Te Atin’ diharapkan bisa menjadi upaya preventif yang efektif dalam mencegah penyebaran penyakit DBD dan Malaria di lingkungan keluarga,” jelas Tuti.
Apresiasi Regulasi dan Langkah Preventif Kesehatan
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, SST., M.Kes. Ia memuji inisiatif kolektif yang melibatkan pemuda, pemerintah desa, kecamatan, hingga jajaran TNI-Polri.
Sutriyani menambahkan bahwa penanganan penyakit bersumber binatang seperti DBD dan Malaria memang membutuhkan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan, terutama terkait penguatan surveilans jentik nyamuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berdasarkan regulasi pencegahan penyakit menular, keterlibatan aktif masyarakat dalam gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus menghindari gigitan nyamuk) merupakan kunci utama memutus mata rantai penularan, yang secara hukum dan teknis terus digalakkan oleh Kementerian Kesehatan demi mencapai target eliminasi Malaria dan penurunan kasus DBD.
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kabupaten Boalemo untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan demi masa depan generasi yang lebih sehat dan bebas penyakit.




















