Apakah DPRD Boalemo dilemahkan??

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini/Boalemo) – Narasi “merajut kebersamaan meski ada perbedaan” yang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo, khususnya pasca-polemik anggaran, justru mendapat sorotan tajam.

Di balik klaim rekonsiliasi, muncul tudingan bahwa fungsi legislatif telah dilemahkan, aspirasi rakyat digadaikan, dan pembangunan berjalan tidak merata. Kesepakatan yang tercipta di balik meja kompromi disinyalir menumpulkan daya kritis DPRD.

DPRD Tumpul, Aspirasi Rakyat Hilang di Tengah Jalan

Pernyataan yang menenangkan dari eksekutif dinilai tidak mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan. Sejumlah pihak, termasuk dari internal DPRD sendiri, mengungkapkan bahwa banyak program aspirasi yang telah disusun dan disepakati di APBD induk justru hilang dalam proses pergeseran anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aspirasi yang kami perjuangkan dari masyarakat tiba-tiba lenyap. Ini bukan lagi soal perbedaan pendapat, tetapi pembungkaman terhadap suara rakyat,” ujar seorang narasumber yang meminta anonimitas.

Hilangnya program-program ini menunjukkan bahwa peran DPRD sebagai representasi masyarakat dalam penyusunan anggaran telah diabaikan. Ketika aspirasi yang seharusnya menjadi landasan pembangunan tidak lagi dihargai, maka fungsi legislatif sebagai pengawas dan penyeimbang kekuasaan eksekutif menjadi tidak relevan.

Baca Juga :  Kukuhkan Tim Kerja Boalemo Maju, PPKS oleh MARWAH jadi Program Unggulan

Pembangunan Tidak Merata, Program Siluman Masuk Tanpa Bahas

Narasi kebersamaan juga disangsikan oleh data alokasi anggaran yang beredar. Ketidakmerataan pembangunan menjadi isu sentral.

Anggaran yang seharusnya dinikmati secara adil oleh seluruh kecamatan, terutama dari pos Pendapatan Asli Daerah (PAD), justru terpusat di wilayah tertentu. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya prioritas politik yang mengesampingkan kebutuhan mendesak di daerah lain.

Lebih lanjut, isu “program siluman” yang masuk ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tanpa melalui pembahasan di DPRD semakin memperkuat tudingan bahwa fungsi legislatif telah dikebiri. Fenomena ini mengikis transparansi dan akuntabilitas, di mana program-program strategis bisa tiba-tiba muncul tanpa diketahui oleh para wakil rakyat.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Perdis Fiktif, Keseriusan Kejari Boalemo: Mantan Sekwan DPRD Boalemo diperiksa

Harmoni di Balik Kelemahan

Keadaan ini menempatkan DPRD dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka dituntut untuk menciptakan harmoni dengan eksekutif demi kelancaran roda pemerintahan.

Di sisi lain, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa harmoni tersebut dibangun di atas pengorbanan terhadap independensi dan fungsi pengawasan.

Masyarakat menanti langkah konkret dari para anggota DPRD untuk tidak larut dalam narasi kebersamaan yang semu, melainkan kembali mengambil peran sebagai penjaga kedaulatan rakyat.

Jika tidak, “merajut kebersamaan” hanya akan menjadi retorika yang menutup-nutupi kelemahan lembaga legislatif dan ketidakadilan dalam pembangunan di Boalemo.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Berita Terbaru

Headline

PAD Tak Jelas, Videotron Tilamuta Telan Korban

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:02 WITA

Headline

17 Tahun di Intelkam, IPDA Suwendi Kini Pimpin Polsek Dulupi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:36 WITA