APBD Boalemo: Rakyat Dibiarkan Gelap, Pemerintah Masih Bungkam

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 23:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Tajuk/Opini) – “Pemerintah yang menutup informasi publik sesungguhnya sedang menutup wajahnya sendiri.”

Di Kabupaten Boalemo, dokumen APBD Tahun Anggaran 2025 dan APBD Perubahan 2025 seharusnya sudah menjadi konsumsi publik. Di dalamnya ada arah kebijakan, janji pembangunan, dan bukti komitmen pemerintah mengelola uang rakyat.

Namun kenyataannya, APBD masih diperlakukan seperti dokumen rahasia negara. Rakyat yang ingin tahu harus mencari-cari, bertanya sana-sini, bahkan menebak-nebak isi anggaran tanpa kepastian. Bukankah ini ironi? Di tengah era keterbukaan informasi, Boalemo justru berjalan mundur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uang Publik, Hak Publik

Di balik angka-angka APBD, ada wajah-wajah rakyat kecil. Ada petani yang menunggu bantuan pupuk, nelayan yang menanti perbaikan dermaga, guru yang berharap tambahan insentif, hingga pasien yang membutuhkan fasilitas kesehatan layak.

Setiap rupiah dalam APBD adalah hasil kerja keras rakyat Boalemo. Kalau uangnya berasal dari rakyat, mengapa rakyat harus dipersulit untuk tahu ke mana uangnya mengalir?

Baca Juga :  Dikejar oknum Polantas Hingga masuk Got, Masyarakat Mananggu lakukan Demo

Keterbukaan Itu Bukan Pilihan

Boalemo butuh diingatkan, keterbukaan adalah kewajiban, bukan kebijakan politis.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik jelas mengatur, pemerintah wajib mengumumkan dokumen APBD secara proaktif. Artinya, rakyat tidak perlu meminta untuk bisa melihat dokumen itu.

Bahkan lebih jauh, peraturan menegaskan bahwa setiap pergeseran dan perubahan APBD wajib dipublikasikan melalui Lembaran Daerah dan Berita Daerah.
Pertanyaannya, di mana publik bisa membacanya sekarang? Mengapa pemerintah begitu sulit membuka data yang seharusnya menjadi hak semua warga?

Ketika APBD dikunci, kepercayaan publik ikut terkunci.”

Rakyat Berhak, Pemerintah Wajib

Jika dokumen APBD terus disembunyikan, ini bukan lagi soal prosedur birokrasi, melainkan soal hak rakyat. Transparansi bukan kebaikan hati pemerintah — itu kewajiban konstitusional.

Baca Juga :  Operasi Patuh Dimulai di Boalemo, Puluhan Pelanggar Langsung Ditindak!

Rakyat Boalemo butuh jawaban jelas tentang:

1. Berapa kali APBD Induk 2025 sudah mengalami pergeseran?

2. Apa dasar perubahannya?

3. Kenapa dokumen dan lembaran daerahnya tidak bisa diakses publik?

Setiap penundaan informasi hanyalah menumbuhkan ketidakpercayaan. Dan ketidakpercayaan itu berbahaya, karena ia menggerogoti legitimasi pemerintah.

Saatnya Berpihak pada Rakyat

Boalemo tidak bisa dibangun dengan menutup-nutupi informasi. Pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang terbuka. Transparansi bukan hanya soal angka, tapi tentang rasa memiliki. Rakyat ingin tahu, karena rakyatlah pemilik anggaran itu.

Selama APBD masih dikunci rapat, rakyat akan terus bertanya, terus menuntut, dan tidak akan berhenti sampai pintu keterbukaan itu dibuka. Boalemo butuh kejujuran, bukan rahasia. Dan kejujuran dimulai dari satu hal sederhana, buka dokumen APBD sekarang.

Terimakasih.

Penulis : Nanang Syawal

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Berita Terbaru