Trilogis.id (Boalemo) – Dampak perubahan cuaca ekstrim yang melanda beberapa wilayah di Indonesia sangat terasa bagi masyarakat. Dampak cuaca ekstrim bukan hanya terasa pada suhu yang meningkat drastis tetapi berdampak pula pada sektor pertanian dan kekurangan air bersih.
Berdasarkan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boalemo per tanggal 14 Agustus 2023 Terdapat 3 desa Terdampak dengan potensi ancaman kekurangan air bersih dan gagal panen.
Ancaman kekurangan air bersih dialami dua desa yakni Lito dengan jumlah 340 kartu keluarga 1074 jiwa dan Desa Apitalawu 150 Kartu Keluarga 552 Jiwa dan Ancaman gagal panen di desa Olibuu sebanyak 78 kartu keluarga,Beranjak dari kondisi tersebut Tim Relawan Universitas Pohuwato Kampus II Boalemo bersama dengan Organisasi Mahasiswa yang ada di Boalemo Baik Badan Eksekutif mahasiswa, Forum Persatuan Mahasiswa,dan Himpunan Prodi yang ada mendistribusikan air bersih siap minum sebanyak 173 Galon.
Melalui media ini, Wakil Rektor III, Haris Hasan mengungkapkan, mahasiswa yang notabenenya berasal dari rakyat merespon dengan cepat kondisi yang terjadi sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat.
“Langkah-langkah kemanusiaan yang ditempuh oleh Civitas akademik dan Mahasiswa Unipo Boalemo merupakan bentuk respon kemanusiaan terhadap kondisi yang dialami masyarakat paguyaman pantai dan implementasi Tri Dharma Perguruan tinggi,” Ujarnya.
Tak hanya itu, haris berharap, dengan adanya gerakan-gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut mampu memupuk rasa keperdulian terhadap apa yang dirasakan oleh sesama manusia.
“Ini Merupakan gerakan yang murni muncul dari inisiatif mahasiswa, Pihak Kampus memberikan fasilitas Penuh Ke mahasiswa untuk selanjutnya mahasiswa yang mengembangkan kreativitas mereka. Apresiasi penuh yang di berikan oleh pihak universitas melalui wakil rektor III Bidang Kemahasiswaan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa,” Tutupnya.


















