Dari 713.230 Hanya 167.653 Peserta Yang Lolos Seleksi UTBK-SBMPTN

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2020 - 11:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peserta mengikuti ujian SBMPTN di Institut Teknologi Bandung, Bandung, pada tahun lalu. (Dok. M. Agung Rajasa/Antara)

Ilustrasi peserta mengikuti ujian SBMPTN di Institut Teknologi Bandung, Bandung, pada tahun lalu. (Dok. M. Agung Rajasa/Antara)

Trilogis.id – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengungkapkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020. Terdapat 167.653 peserta yang lolos seleksi UTBK-SBMPTN.

“Yang lulus 167.653 peserta. Kalau dipersentasikan jumlahnya 23,87 persen (dari total 662.404). Ini berarti kurang lebih keketatan secara nasional satu banding lima,” jelas Ketua Tim Pelaksana LTMPT, Mohammad Nasih, dalam telekonferensi pers, Jumat (14/8).

Dia pun membeberkan secara detil kelulusan peserta berdasarkan kategori. Mulai dari peserta reguler hingga peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

“Dari peserta reguler atau yang non KIP-K dari 546.370 peserta, yang lulus 123.099 atau jika dipersentase 22,53 persen,” jelasnya.

Untuk peserta KIP-K yang lolos sebanyak 44.554 dari 156.050 pendaftar. Adapun, tingkat kelulusan peserta KIP-K sebesar 28,55 persen.

“Pendaftar yang di politeknik yang ikut serta SBMPTN, dari 1.453 pendaftar, yang lulus 638 peserta atau 43,91 persen. Ini juga menggembirakan. Mereka yang awalnya di SMK, maka orientasinya harus diarahkan di poltek-poltek yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buka MTQ, Berikut Pesan Dr. Sherman Moridu

Kemudian, untuk pendaftar dari kategori paket C, dari 1.282 pendaftar, yang lolos UTBK-SBMPTN berjumlah 203 atau 15,83 persen. “Pendaftar yang merupakan kawan-kawan disabilitas, keseluruhan 531 peserta disabilitas diterima 83 peserta sehingga persentasenya 15,63 persen,” tutup dia.

Berita Terkait

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor
Menggugat Gurita “Kepala BKAD instan”, Ketika Jabatan Batal tapi Dokumen Keuangan Tetap Jalan?
Geliat Otomotif di Boalemo. LH: Sukses Gelar Drag Race, Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:28 WITA

Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:29 WITA

Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA