Digeruduk DPRD: Anggaran Rp25 Miliar Hanya untuk Satu Kecamatan, Bupati Tak Adil dalam membangun Boalemo?

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 22:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) – Kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati menjadi sorotan tajam dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (11/08).

Kritik keras dilayangkan Ketua Fraksi Demokrat, Hardi Syam Mopangga, yang menuding adanya ketidakmerataan pembangunan dan pengkhianatan terhadap prinsip keadilan.

Dalam rapat tersebut, Hardi secara gamblang menyampaikan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menunjukkan lenyapnya sejumlah program aspirasi anggota dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aspirasi dari teman-teman DPRD yang sudah tercantum dalam APBD induk hilang begitu saja saat pergeseran anggaran pertama dan kedua,” tegas Hardi. Ia menilai, tindakan ini sama saja mengabaikan amanah moral kepada konstituen yang telah memilih mereka.

Kekecewaan Hardi memuncak saat menyoroti alokasi anggaran Rp25 miliar yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, dana sebesar itu hampir seluruhnya terpusat untuk pembangunan di Kecamatan Paguyaman, yang kebetulan merupakan daerah asal Bupati.

PAD ini berasal dari seluruh kecamatan di Boalemo. Semua kecamatan berhak mendapatkan dana ini,” kata Hardi dengan nada tegas

Pernyataan ini mengindikasikan adanya dugaan diskriminasi anggaran yang mengesampingkan wilayah lain demi memprioritaskan satu kecamatan saja.

Baca Juga :  Bersama BPS, Pemda Boalemo Canangkan Desa Cantik

Hardi menilai, kebijakan ini bertentangan dengan amanat Permendagri Nomor 15 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2024 yang mengedepankan prinsip pemerataan, keadilan, transparansi, efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Krisis Likuiditas Boalemo Meluas, ASN dan Pedagang Tertekan — BKAD Beri Klarifikasi

Menanggapi ketidakadilan ini, Fraksi Demokrat secara tegas mengancam akan keluar dari pembahasan jika alokasi anggaran dalam APBD Perubahan tidak diubah.

Hardi berharap, anggaran selanjutnya dapat dibagi secara merata untuk tujuh kecamatan yang ada, bukan hanya terfokus di satu wilayah dengan angka yang fantastis.

Sikap tegas ini menjadi bukti komitmen Fraksi Demokrat untuk membela kepentingan seluruh masyarakat Boalemo.

Penulis : Reyn Daima

Berita Terkait

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu
Kursi Panas Kepala Dinas, Antara ‘Lelang Jabatan’ atau ‘Arisan Birokrasi’?
Eduart Wolok, Ketua Majelis Rektor Diam. BEM UNG: Daulat Intelektual Terancam!

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Kamis, 30 April 2026 - 17:17 WITA

Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural

Kamis, 30 April 2026 - 02:35 WITA

Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Advertorial

Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:17 WITA