Dina Hodio, Simbol Keterwakilan Perempuan dalam PAW DPRD Provinsi Gorontalo?

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 14:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id-(Tajuk Politik)  – Dinamika politik di tubuh PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo memasuki babak baru. Setelah DPP PDIP resmi memberhentikan Wahyudin Moridu dari kursi DPRD Provinsi Gorontalo, nama Dina Hodio muncul sebagai kandidat kuat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dina bukan sekadar calon pengganti, tetapi representasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan AD/ART PDI Perjuangan. Dua alasan menjadi landasan kuat: pertama, ia memperoleh suara sah terbanyak kedua pada Pemilu 2024 di daerah pemilihan yang sama; kedua, keberadaannya memperkuat prinsip keterwakilan perempuan sebagaimana diatur dalam Pasal 245 ayat (2) UU Pemilu.

Disejumlah simpul-simpul Masyarakat Boalemo, menilai PAW Dina Hodio menjadi momentum penting PDIP untuk menegaskan komitmen politiknya pada demokrasi yang inklusif.

DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat, maka suara rakyat—termasuk dari perempuan—harus mendapat tempat. PAW Dina Hodio bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga meneguhkan peran perempuan dalam politik Gorontalo”.

Secara politik, penetapan Dina Hodio dipandang mampu menjaga keseimbangan internal partai sekaligus merespons tuntutan publik akan kesetaraan gender. Dalam konteks yurisprudensi politik di berbagai daerah, PAW yang memperhatikan keterwakilan perempuan selalu dipandang lebih legitimate dan visioner.

Dina sendiri dikenal sebagai kader partai yang konsisten, dekat dengan akar rumput, dan memiliki rekam jejak perjuangan politik yang menekankan keberpihakan pada masyarakat kecil. Kehadirannya di parlemen dinilai akan memperkuat peran perempuan sebagai motor perubahan dalam kebijakan daerah.

PAW Dina Hodio sah, sesuai aturan, dan justru memperkuat representasi politik perempuan. Jika DPP PDIP benar-benar ingin menunjukkan komitmen pada demokrasi dan kesetaraan gender, maka menetapkan Dina Hodio adalah pilihan yang tepat”.

Kini, bola ada di tangan DPP PDI Perjuangan. Publik menunggu keputusan final yang bukan hanya berdampak pada konstelasi politik Gorontalo, tetapi juga menjadi ukuran keseriusan partai dalam menjalankan amanat UU, AD/ART, dan perjuangan kaum perempuan.

Penulis : redaksi

Berita Terkait

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?
Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif
Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?
Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal
Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati
Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:36 WITA

Duduk, diam, gaji akan masuk; Menanti Suara di Gedung Rakyat, Fungsi DPRD Boalemo Diduga Mati Suri?

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:32 WITA

Masih soal mobil yang di pinjam Kejati, Klarifikasi Jubir Pemda dan Kabag Umum tidak substantif

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:56 WITA

Mobil Baru untuk Kejati, BPJS Menunggak dan Petani Menunggu: Di Mana Prioritas Pemda?

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pemda Boalemo dan Kejati Gorontalo Ugal-ugalan?: Antara Perencanaan yang Gagal dan Dugaan Peminjaman Ilegal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31 WITA

Menakar Etika dan Independensi: Ujian Transparansi di Balik Peminjaman Kendaraan Dinas Pemda oleh Kejati

Berita Terbaru