Trilogis.id (Boalemo) — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo terus memperkuat peran program Keluarga Berencana (KB) sebagai strategi penting dalam menekan angka stunting. Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan pelayanan dan sosialisasi program KB yang dilaksanakan pada Jumat (28/11/2025).
Melalui Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Robert Pauweni, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluh dan Penggerak, Indriati Fatima Masdar, SKM, DPPKBP3A menegaskan bahwa penguatan program KB memiliki keterkaitan langsung dengan pencegahan stunting sejak dini.
“Pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan keluarga yang baik melalui program KB menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Ibu yang sehat dan siap secara fisik serta mental akan melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Indriati Fatima Masdar, SKM, mewakili Kepala Dinas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa program KB tidak hanya berorientasi pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi sensitif dalam upaya penurunan stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, DPPKBP3A terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan puskesmas, kader posyandu, dan pemerintah desa, guna meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, serta pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi.
“Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar program KB dan pencegahan stunting berjalan seiring dan tepat sasaran di tingkat keluarga,” tambahnya.
DPPKBP3A Kabupaten Boalemo berharap melalui penguatan program KB yang berkelanjutan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga mampu mendukung target pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting dan mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.




















