Dukung Penetapan RTRW, FD: Tegaskan Kawasan Tambang Harus Selektif dan Berkelanjutan

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(BOALEMO) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Boalemo menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Boalemo Tahun 2025–2045 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Meski demikian, fraksi menegaskan agar penetapan kawasan pertambangan dilakukan secara hati-hati, selektif, dan tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Anggota DPRD Boalemo dari Fraksi PDI Perjuangan, Frait Danial, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencermati seluruh proses pembahasan Ranperda RTRW, mulai dari rapat Panitia Khusus (Pansus) hingga konsultasi lintas sektor bersama eksekutif dan instansi teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dokumen RTRW ini memiliki peran strategis sebagai pedoman arah pembangunan Boalemo dalam dua dekade mendatang.

Kawasan yang memiliki fungsi lindung, lahan pertanian pangan berkelanjutan, atau nilai konservasi tinggi tidak boleh dijadikan kawasan pertambangan,” tegas Frait dalam pandangan akhir Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Boalemo, Rabu malam (29/10/2025).

Frait menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi kinerja Pansus RTRW dan Pemerintah Daerah yang telah bekerja secara transparan, terukur, dan inklusif dalam penyusunan regulasi penting ini.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Rum Pagau Fokuskan Pembangunan Boalemo pada Tiga Prioritas Utama

Fraksi menilai bahwa substansi Ranperda RTRW sudah sejalan dengan arah kebijakan nasional dan provinsi, serta memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan, pemerataan pembangunan, dan kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar setelah Perda RTRW ini ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Boalemo segera menindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai turunan teknis dari RTRW.

RDTR sangat penting untuk mengatur pemanfaatan ruang secara lebih rinci dan mencegah potensi tumpang tindih lahan,” ujarnya.

Fraksi juga meminta agar pemerintah memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang dan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaku usaha, agar implementasi RTRW berjalan sesuai koridor hukum dan tidak menimbulkan konflik lahan di masa depan.

Kebijakan tata ruang harus berpihak pada masyarakat kecil dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan oleh alokasi ruang yang baru,” kata Frait menegaskan.

Dalam pandangannya, PDI Perjuangan juga mendorong agar arah penataan ruang Boalemo berperan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), peningkatan tutupan vegetasi, serta pembangunan prasarana pengendali banjir dan kekeringan.

Baca Juga :  Capai 55 % Menjelang Tutup Tahun, DPRD Boalemo Desak Kontraktor Pacu Pekerjaan Proyek Lambat

Frait juga menekankan bahwa setiap kegiatan pertambangan wajib menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, seperti reklamasi pascatambang, perlindungan sumber daya air, dan mitigasi emisi gas rumah kaca.

Aktivitas pertambangan harus memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga,” ujarnya.

Di akhir pandangan fraksi, PDI Perjuangan secara resmi menyetujui Ranperda RTRW Boalemo Tahun 2025–2045 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, dengan catatan agar hasil penetapan ini disesuaikan dengan hasil evaluasi dari Gubernur Gorontalo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengesahan RTRW ini bukan hanya soal dokumen hukum, tetapi arah besar masa depan Boalemo. Kami ingin tata ruang ini benar-benar menjadi pijakan bagi pembangunan yang berkelanjutan, adil, dan berpihak pada rakyat,” tutup Frait.

Berita Terkait

Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi
Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk
Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu
“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis
Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya
“Kursi Kosong”, Boikot Ketua DPRD Boalemo Berkepanjangan Lumpuhkan Nadi Legislasi dan Merugikan PDIP ?
Jangan Salah Tafsir, Pengawasan DPRD Bukan Tanpa Aturan
Jalan Rusak Parah Puluhan Tahun, Bupati Buta, DPRD Bisu; Uang Rakyat ke Mana?

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:13 WITA

Gorengan” Media yang Melenceng: Menepis Politisasi Boikot DPRD Boalemo dan Nyanyian Satir 5 Fraksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:28 WITA

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:30 WITA

Cegah Komplikasi Diabetes, Puskesmas Berlian Boalemo Gelar Layanan Prolanis Terpadu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WITA

“Jebakan Hukum Formalistik” dalam Pembahasan KUA-PPAS Boalemo: Sebuah Catatan Kritis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:33 WITA

Tanpa Ketua DPRD, Agenda Dewan Lebih Lancar: Fungsi Aleg Jalan Sebagaimana Mestinya

Berita Terbaru

Daerah

Ketika Ring Parlemen Memaksa Sang Ketua Lempar Handuk

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:28 WITA