Trilogis.id_(Boalemo) — Harapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Boalemo untuk mendapatkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) di semester kedua tahun 2025 kini berada di ujung tanduk.
Meskipun TPP telah menjadi salah satu janji politik utama Bupati Rum Pagau, pembahasan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan menunjukkan bahwa anggaran yang tersedia hanya mencukupi untuk enam bulan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan ASN, mengingat TPP merupakan salah satu instrumen penting untuk menunjang kinerja dan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tunjangan ini diharapkan dapat menjadi angin segar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan PAHAM saat ini.
Namun, laporan yang terpantau dari pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Boalemo mengindikasikan bahwa TPP semester kedua berpotensi tidak terbayarkan.
Anggota Banggar DPRD, Hardi, mengakui bahwa TPP ASN menjadi perhatian utama para wakil rakyat.
“Pada prinsipnya, Anggota DPRD juga menjadikan TPP ASN ini sebagai perhatian utama. Tunjangan kinerja mereka tetap kami pikirkan, namun semua tetap berdasarkan pada kemampuan keuangan,” ujar Hardi.
Pernyataan ini menggarisbawahi dilema yang dihadapi pemerintah daerah, di mana keinginan untuk memenuhi janji politik berhadapan dengan realitas keterbatasan anggaran.
Meskipun demikian, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyatakan akan terus berupaya mencari solusi serius untuk persoalan ini demi mendukung komitmen Bupati Boalemo.
Masyarakat dan ASN kini menantikan kejelasan dari pemerintah daerah dan DPRD. Pertanyaannya, apakah janji politik akan terwujud atau harus kandas di tengah jalan akibat keterbatasan anggaran? Nasib ribuan ASN dan kualitas pelayanan publik di Boalemo kini sangat bergantung pada kemampuan TAPD untuk menemukan jalan keluar dalam pembahasan APBD Perubahan mendatang


















