Kejagung Pantau Kasus Perdis Fiktif DPRD Boalemo, Pemanggilan Aleg Tersandung Regulasi?

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 21:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) – Penanganan perkara dugaan perjalanan dinas (Perdis) fiktif anggota DPRD Boalemo tahun 2020–2022 kini menjadi sorotan publik. Meski penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo telah mencapai sekitar 60 persen, langkah aparat hukum untuk menuntaskan kasus ini masih dihadapkan pada sejumlah hambatan, terutama dalam proses pemanggilan dan pemeriksaan anggota legislatif yang diduga terlibat.

Kepala Kejari Boalemo, Nurul Anwar, membenarkan bahwa perkara tersebut tengah dalam tahap penyidikan dan telah mendapat perhatian khusus dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Bahkan, tim monitoring dan evaluasi dari Kejagung baru-baru ini turun langsung meninjau progres penanganan di bidang pidana khusus.

Kami baru selesai dimonitoring oleh satgas Kejagung yang memantau kegiatan kami di bidang pidsus. Kami diminta menyampaikan progres setiap saat,” ujar Nurul Anwar, Jumat (3/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurul menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas dan objektif. Namun, diakuinya, proses hukum yang melibatkan anggota legislatif tidak semudah perkara biasa, mengingat adanya aturan etik dan mekanisme internal DPRD yang sering kali menjadi penghambat pemanggilan.

Kami tidak punya beban. Komitmen kami jelas, perkara ini harus dituntaskan. Tapi tentu semua dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk menghormati tata tertib dan prosedur pemanggilan pejabat publik sesuai arahan pimpinan,” jelasnya.

Sejumlah sumber internal menyebut, koordinasi antara kejaksaan dan sekretariat DPRD Boalemo menjadi salah satu titik krusial, sebab pemanggilan anggota dewan untuk dimintai keterangan wajib melalui mekanisme administratif tertentu. Dalam praktiknya, hal ini kerap menimbulkan keterlambatan dan potensi tarik-ulur kepentingan.

Baca Juga :  Sudah Tahap Sidik. Jika Korupsi Terbukti: Sinyal Perombakan dan Atmosfer Politik Baru di DPRD Boalemo

Padahal, publik menuntut transparansi dan keberanian aparat hukum dalam membuka kemungkinan adanya penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas DPRD Boalemo pada periode 2020–2022 yang ditaksir menelan ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Pendidikan Boalemo di Ujung Tanduk ??

Sejauh ini, puluhan saksi telah diperiksa, baik dari sekretariat DPRD maupun pihak terkait lainnya. Namun, beberapa anggota dewan aktif disebut belum memenuhi panggilan jaksa karena alasan formal administratif.

“Kita sudah sampaikan ke satgas Kejagung, targetnya Desember pada momentum Hari Anti Korupsi kami bisa memberikan keterangan terbuka soal hasil penyidikan,” ungkap Nurul.

Kasus Perdis fiktif ini dianggap menjadi ujian bagi integritas penegakan hukum di daerah, terutama dalam menembus batas regulasi yang kerap dijadikan tameng perlindungan bagi pejabat publik.

Publik kini menunggu langkah konkret Kejari Boalemo, apakah mampu menuntaskan perkara ini hingga menetapkan tersangka — atau kembali terhenti di tengah jalan akibat tekanan politik dan birokrasi

Berita Terkait

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural
Lompatan Quantum: Ketika ‘Kapur Tulis’ Harus Mengurus ‘Neraca Koperasi’ Tanpa Magang
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Berlian Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Kamis, 30 April 2026 - 19:11 WITA

Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo

Berita Terbaru

Headline

Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:47 WITA