Kepala Dinas Dikpora “Berbohong” soal SKTM Beasiswa

- Jurnalis

Selasa, 27 April 2021 - 09:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Lagi, terdapat kekeliruan yang begitu kontradiktif pernyataan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boalemo Hasan Makuta dalam Konferensi Pers yang digelar senin (26/4) kemarin.

Bagaimana tidak keliru, Dengan Percaya diri Hasan membeberkan bahwa Beasiswa yang diterimakan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pemberian Beasiswa, Tugas Belajar Dan Ijin Belajar Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.

“Beasiswa ini sudah sesuai aturan. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pemberian Beasiswa, Tugas Belajar Dan Ijin Belajar Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo, Sementara untuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang merupakan salah satu persyaratan untuk mengajukan beasiswa dihapuskan sesuai dengan Perbup Nomor 4 Tahun 2021 atas Perubahan Perbup Nomor 102 Tahun 2019. Dalam Pasal 5 huruf (b) sudah mengalami perubahan. Dimana Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dihilangkan sebagai syarat untuk mengajukan beasiswa. Sebab, ada beberapa mahasiswa yang berprestasi, namun karena orang tuanya profesinya ASN sehingga desa tidak bisa mengeluarkannya,” beber Hasan dalam berita sebelumnya 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

https://trilogis.id/ribut-dikpora-gelar-konferensi-pers-perihal-beasiswa/

Namun pada kenyataannya, pihak Dikpora menjadikan SKTM sebagai salah satu syarat permohonan beasiswa tahun 2021 tersebut.

Baca Juga :  Soal P3K. Ada Pungli di Dikpora Kabupaten Boalemo ?

Hal itu dibuktikan dengan informasi yang diperoleh dari sejumlah mahasiswa yang menyebutkan bahwa diwajibkan melampirkan SKTM dalam permohonan karena menjadi syarat penerima beasiswa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo.

Atas dasar itu, Hasan Makuta dalam Konferensi Pers hanya mengalihkan issu dan melakukan manuver yang dinilai memalukan sebab lebih cenderung membela Pejabat Daerah yang menjadi penerima beasiswa dibandingkan SDM Kabupaten Boalemo yang kesulitan untuk biaya pendidikan.

“Saya baca disejumlah media, Kepala Dinas terlihat sekali sangat memebela kepentingan pejabat yang mendapatkan beasiswa. Bukan memikirkan SDM orang yang kurang mampu malah membuat semakin gaduh. Memalukan,” kata Alkif ketika diwawancarai Selasa (27/4) sore

Alkif juga menilai, ada yang aneh dari Dikpora yang sampai hari ini tidak membuka daftar penerima beasiswa kepada Publik. mahasiswa Hukum UNIPO Kampus 2 Boalemo ini mencurigai Kepala Dinas juga menjadi Penerima Beasiswa

Baca Juga :  Pengamat : Pembentukan Tim 9 bukti tak jalan fungsi kontrol DPRD Boalemo

Sejak kisruh Beasiswa ini berhembus, sampai dengan hari ini ( selasa 27/4) dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tidak mebuka daftar penerima beasiswa Sehingga diduga keras bertentangan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Jelas dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Jangan sampai Kepala Dinas juga sebagai penerima sehingga pihak Dikpora enggan membeberkan kepada publik daftar penerima,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”
Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat
Pemerintah Hadir: Lahmudin “Pasang Badan” soal Penanganan Banjir di Mohungo
Sering Terendam Banjir Saat Hujan Deras, Wabup Boalemo Tinjau Lokasi Pembangunan Embung di Mohungo
Langkah Strategis Boalemo: Kolaborasi Pemkab dan Kemenhan Matangkan Desain Markas Batalyon
Investasi Kesehatan Masa Depan: Puskesmas Berlian Jemput Bola Sasar Balita ‘Zero Dose’

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:28 WITA

Menjaga Marwah Birokrasi; Antara Kompetensi Pemimpin dan Bahaya “Penumpang Gelap”

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Rabu, 15 April 2026 - 22:57 WITA

Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Selasa, 14 April 2026 - 23:43 WITA

Pemerintah Hadir: Lahmudin “Pasang Badan” soal Penanganan Banjir di Mohungo

Berita Terbaru

Headline

Sekda Gagal, Kepala BKAD Ilegal?

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:40 WITA

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA