PAW Aleg Provinsi: Antara Hak Politik dan Etika Calon Kepala Daerah

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 11:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Tajuk/Opini) — Pemecatan Wahyu Moridu oleh DPP PDI Perjuangan dari keanggotaan partai sekaligus DPRD Provinsi Gorontalo bukanlah sekadar urusan internal organisasi. Kasus ini menjadi cermin betapa pentingnya menjaga integritas lembaga legislatif serta konsistensi partai politik dalam menegakkan disiplin kader.

Secara hukum, dasar pemberhentian antar waktu sudah jelas. Pasal 239 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan bahwa anggota DPR/DPRD dapat diberhentikan antar waktu apabila meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan oleh partainya. Kekosongan kursi tersebut wajib diisi oleh calon legislatif peraih suara terbanyak berikutnya, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 240 UU Pemilu serta PKPU Nomor 6 Tahun 2017 tentang PAW.

Baca Juga :  Sisa Material Banjir belum tersentuh, Pemda hingga Pemprov Kemana?

Dalam konteks ini, nama Dedi Hamzah muncul sebagai calon kuat pengganti Wahyu Moridu. Secara yuridis, hal itu sah sepanjang ia merupakan caleg dengan suara terbanyak berikutnya. Namun, perdebatan muncul ketika publik mencermati fakta bahwa Dedy Hamzah saat ini juga mencalonkan diri sebagai Bupati dalam Pilkada mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sinilah problem etika dan efektivitas representasi rakyat muncul. Apabila Dedy Hamzah benar-benar ditetapkan sebagai anggota DPRD melalui mekanisme PAW, maka berdasarkan Pasal 7 ayat (2) huruf s UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, ia wajib mengundurkan diri jika tetap maju sebagai calon bupati. Artinya, kursi DPRD yang baru saja terisi berpotensi kembali kosong, dan partai harus mengulang proses PAW.

Baca Juga :  Nasib Gaji ASN hingga Aparat Desa terkatung-katung, DPRD Boalemo belum Paripurnakan APBD-P 2025

Opini redaksi menilai, ada tiga poin penting:

  1. Hak politik Dedy Hamzah tidak bisa diabaikan. Ia berhak atas kursi PAW jika memang sesuai urutan suara.

  2. Namun, etika politik harus dikedepankan. Jika fokus pada Pilkada, lebih baik memberikan ruang kepada caleg berikutnya agar kursi DPRD tidak kembali kosong.

  3. Partai politik memegang kunci. DPP PDI Perjuangan perlu menimbang kepentingan jangka panjang: apakah lebih strategis mendorong Dedy Hamzah di Pilkada atau memberinya kursi PAW DPRD.

Baca Juga :  Dedy Hamzah Resmi Jabat Bendahara Umum DPD PDIP Gorontalo, Dinilai Jadi Kekuatan Baru Pengelolaan Partai

Demokrasi akan kehilangan makna jika PAW hanya dilihat sebagai transaksi politik jangka pendek. Sebaliknya, jika partai berani menempatkan kepentingan rakyat di atas kalkulasi elit, maka kasus Wahyu Moridu bisa menjadi momentum perbaikan.

Redaksi berpandangan: PAW seharusnya bukan arena manuver pribadi, melainkan mekanisme untuk memastikan suara rakyat tetap hidup di lembaga perwakilan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Rum Pagau Sampaikan Nota Pengantar Ranperda APBD 2027, Fokus pada Kemandirian Fiskal dan Kualitas Belanja
Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo
Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah
Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito
IKA PMII Boalemo Gelar Yasinan dan Tahlil untuk Fathan Subchi, Diskusi Bergerak dan Berdampak Mengemuka
Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup
Cetak Generasi Bermental Juara, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali Resmi Buka Turnamen Sepak Bola U-12
Rp25 Miliar Sah, Rum Pagau Kembali Gadaikan Boalemo?

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:49 WITA

Rum Pagau Sampaikan Nota Pengantar Ranperda APBD 2027, Fokus pada Kemandirian Fiskal dan Kualitas Belanja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:05 WITA

Bupati Rum Pagau Pimpin Upacara Kirab Lambang Satuan Yonif 915/Bituo di Boalemo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:52 WITA

Munasir Asal Bunyi: Utang Daerah Punya Bukti Nyata, Publik Menagih Transparansi Keuangan Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Tingkatkan Kualitas Guru PAUD, Dikbud Boalemo Gelar Bimtek untuk Mananggu dan Botumoito

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:35 WITA

Semarak Festival Literasi 2026: Lahmudin Hambali Ajak Warga Boalemo Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

Berita Terbaru