Pelantikan “Instan” BKAD Tabrak Aturan: Di Mana Fungsi Pengawasan BKPSDM yang katanya Ketat ?

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 23:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis (Opini/Tajuk) – Dunia birokrasi Boalemo kembali diguncang polemik. Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang dilakukan tanpa melalui mekanisme Seleksi Terbuka (Selter) bukan sekadar urusan administratif biasa. Ini adalah preseden buruk yang menunjukkan adanya lubang besar dalam sistem pengawasan internal pemerintah daerah, khususnya pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Boalemo.

BKPSDM: Penjaga Gawang atau Sekadar “Stempel” Administrasi?

BKPSDM memiliki tugas dan fungsi vital sebagai pengawas sekaligus pelaksana manajemen ASN berbasis sistem merit. Namun, dengan lolosnya pelantikan tanpa lelang jabatan, publik patut bertanya: Di mana posisi BKPSDM saat proses ini berlangsung?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika BKPSDM membiarkan pelantikan ini terjadi tanpa adanya pengumuman publik, pansel, dan rekomendasi KASN, maka hanya ada dua kemungkinan: Lengah secara sistemik atau lalai secara sengaja.

Baca Juga :  Sekda Boalemo buka FGD RUMPK

Lalai terhadap Regulasi Mandat Undang-Undang

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017, pengisian jabatan eselon II wajib dilakukan secara kompetitif. BKPSDM seharusnya menjadi instansi pertama yang memberikan “lampu merah” kepada pimpinan daerah jika ada langkah yang menabrak aturan.

  • Lengah: Jika BKPSDM tidak mengetahui adanya regulasi yang dilanggar (suatu hal yang mustahil bagi lembaga teknis kepegawaian).
  • Lalai: Jika mereka mengetahui aturan tersebut ditabrak, namun tidak melakukan fungsi koreksi atau “quality assurance” demi mengamankan kepentingan politik sesaat.

Dampak Kelalaian: Melegalkan Cacat Prosedur

Ketika BKPSDM gagal menjalankan fungsinya sebagai pengawas internal kepegawaian, dampaknya sangat sistemik. Pejabat yang dilantik tanpa prosedur yang sah akan memiliki posisi hukum yang lemah. Setiap dokumen keuangan daerah yang ditandatangani oleh Kepala BKAD tersebut berpotensi digugat, karena subjek hukumnya lahir dari proses yang cacat regulasi. BKPSDM secara tidak langsung telah menjerumuskan daerah ke dalam risiko ketidakpastian hukum.

Baca Juga :  Pemda Boalemo Dukung perkembangan potensi penyandang disabilitas

Restorasi Fungsi Pengawasan

Skandal ini adalah bukti nyata bahwa manajemen SDM di Boalemo sedang tidak baik-baik saja. BKPSDM tidak boleh hanya menjadi penonton atau penyedia berkas untuk kepentingan penguasa. Tugas mereka adalah memastikan setiap gerak mutasi dan pelantikan berjalan di atas rel regulasi.

Jika fungsi pengawasan ini terus dibiarkan lumpuh, maka profesionalisme ASN yang didengungkan selama ini hanyalah slogan hiasan. Sudah saatnya lembaga pengawas pusat (KASN dan BKN) turun tangan untuk mengevaluasi kinerja BKPSDM Boalemo yang terkesan “tutup mata” terhadap pelanggaran aturan main birokrasi ini.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WITA

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA