Trilogis.id – Produktivitas panen jagung di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, mengalami penurunan signifikan akibat serangan hama tikus yang masif dan faktor cuaca ekstrem.
Kondisi ini membuat para petani terancam mengalami kerugian besar, dan target produksi jagung tahunan yang biasanya mencapai ratusan ribu ton sulit tercapai.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Boalemo, Andi Faizal Hurudji, produksi jagung di daerah ini biasanya bisa mencapai 300 ribu ton dalam setahun melalui tiga kali masa panen. Namun, serangan hama tikus yang tak terbendung telah membuat angka tersebut merosot drastis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini hasil panen belum mencapai setengah dari angka tersebut karena serangan hama tikus,” ungkap Andi Faizal pada Selasa (19/08).
Meski berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyemprotan bahan kimia hingga penggunaan racun tikus, intensitas serangan hama tikus tetap tidak sebanding. Kondisi ini diperparah dengan masalah cuaca yang juga menjadi faktor lain dalam menurunnya produktivitas jagung di Boalemo.
Namun, Andi Faizal menyatakan bahwa pihaknya tidak menyerah. Bantuan terus disalurkan kepada petani sebagai bentuk dukungan pemerintah.
“Terkait dukungan pemerintah, Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan bibit dan pupuk. Untuk tahun ini ada 30 ton bibit jagung dan 100 ton pupuk yang sudah disalurkan kepada petani,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini, intensitas serangan hama tikus mulai berkurang, memberikan sedikit harapan bagi para petani untuk kembali pulih

















