Revitalisasi di SMA Negeri 2 Tilamuta: Transparansi yang Retak di Balik Tiga Anggaran

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Opini/Tajuk) — Program revitalisasi di SMA Negeri 2 Tilamuta Tahun Anggaran 2025 menghadirkan bangunan baru berupa 1 ruang BK, 1 ruang UKS, dan 2 ruang toilet. Secara kasat mata, pembangunan telah selesai. Namun, yang menjadi persoalan bukan sekadar berdirinya bangunan, melainkan bagaimana proses dan tata kelolanya dijalankan.

Dari dokumentasi papan proyek, terdapat tiga nominal anggaran berbeda dalam satu program dan tahun anggaran yang sama: Rp 126.813.000,-, Rp 128.273.000,-, dan Rp 78.599.000,-. Ketiganya tertanggal 31 Desember 2025 dan sama-sama mengatasnamakan P2SP SMA Negeri 2 Tilamuta. Perbedaan angka ini memunculkan tanda tanya besar di ruang publik. Apakah ini tiga paket pekerjaan terpisah? Jika iya, mengapa tidak dijelaskan secara terbuka kepada warga sekolah? Jika bukan, mengapa terdapat perbedaan nominal?

Situasi ini diperparah oleh sikap tidak terbuka dari pengurus P2SP, khususnya pihak yang secara de jure dan de factomenjabat sebagai sekretaris P2SP. Dalam struktur organisasi, sekretaris memiliki peran sentral dalam administrasi, dokumentasi, dan distribusi informasi. Namun, alih-alih menjadi jembatan transparansi, justru muncul kesan tertutup terhadap permintaan penjelasan terkait rincian RAB, pembagian paket pekerjaan, serta laporan pertanggungjawaban.

Ketidakterbukaan ini semakin problematik ketika dikaitkan dengan dugaan nepotisme dalam kepengurusan. Keterlibatan pihak yang memiliki relasi keluarga dengan unsur pimpinan sekolah, terlebih dalam situasi kepala sekolah cuti dan jabatan Plh dipegang internal, menimbulkan persepsi konflik kepentingan. Dalam proyek berbasis swakelola seperti P2SP, integritas dan keterbukaan adalah fondasi utama. Tanpa itu, setiap perbedaan angka akan selalu memunculkan kecurigaan.

Lebih jauh, terdapat pula dugaan ketidaksesuaian antara material yang digunakan dengan spesifikasi dalam RAB. Jika benar terdapat perbedaan kualitas atau volume pekerjaan dibandingkan dokumen perencanaan, maka persoalannya tidak lagi sekadar etika administrasi, melainkan berpotensi menyentuh aspek hukum. SPJ adalah dokumen pertanggungjawaban atas uang negara—ia tidak boleh sekadar formalitas.

Baca Juga :  Maraknya Kasus Asusila kepada Anak, Mahasiswa Hukum Unipo Kampus Boalemo "Masuk Sekolah"

Revitalisasi bukan hanya soal membangun ruang BK, UKS, dan toilet. Ia juga tentang membangun kepercayaan. Jika pengurus yakin seluruh proses telah berjalan sesuai aturan, maka membuka dokumen bukan ancaman, melainkan bentuk tanggung jawab moral. Komite sekolah, guru, dan orang tua siswa berhak mengetahui total anggaran yang diterima, rincian peruntukannya, serta kesesuaian realisasi dengan RAB.

Dalam dunia pendidikan, transparansi bukan pilihan—melainkan nilai dasar yang harus diajarkan lewat teladan. Jika praktik tata kelola diwarnai sikap tertutup, maka yang tereduksi bukan hanya angka dalam laporan keuangan, tetapi juga integritas institusi itu sendiri.

Penulis : NovrianD

Berita Terkait

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini
Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar
Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan
Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi
Kawal Revitalisasi Pendidikan, Bupati Rum Pagau Cek 20 Sekolah di Paguyaman
Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo
Cegah Campak Hingga Difteri, Tim BIAS Puskesmas Belian Turun ke Sekolah-Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Sinergi SherlyGo dan Bentor BI Melahirkan Dompet Clara: Inovasi Layanan Publik Masa Kini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:20 WITA

Boalemo Darurat HIV? 135 Kasus Tercatat, Dinkes Minta Warga Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 21:53 WITA

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Boalemo Dapat Tambahan Penerimaan Rp30 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 16:29 WITA

Jagung Terbesar, Kemiskinan Masih Tinggi: Rum Pagau Dorong Boalemo Beralih ke Tanaman Tahunan

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WITA

Barcode Ada, Tapi BBM Sulit Didapat: Pemkab Boalemo Soroti Akses Subsidi

Berita Terbaru