Trilogis.id (Boalemo) — Isu ketidakharmonisan antara Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dengan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, ternyata tidak sepenuhnya benar. Spekulasi yang berkembang di sejumlah media mengenai adanya konflik, khususnya terkait pengangkatan Direksi Bank SulutGo (BSG) dan dinamika internal partai, dinilai terlalu berlebihan.
Bahkan, menurut informasi yang diterima langsung oleh media ini melalui gawai pribadi Gubernur Gusnar pada Sabtu (14/06/2025), komunikasi politik dengan kader-kader di partai lain pun tetap berjalan baik.
Gusnar menyebut bahwa beberapa pekan lalu dirinya telah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Gusnar menegaskan bahwa urusan kepartaian di Provinsi Gorontalo seyogianya dikoordinasikan dengan Gubernur sebagai pembina partai politik di daerah. Hal ini mencerminkan komitmen beliau dalam menjaga hubungan harmonis lintas unsur pemerintahan.
“Disisi lain, untuk urusan kepartaian dan segalanya sesuatunya harus dibicarakan dengaan baik. Jangan ada bahasa-bahasa yang bisa memicu. Pertemuan saya dengan Pak Sekjen Ahmad Muzani sebagai sinyal bahwa segala urusan dengan Gerindra berjalan dengan baik,” beber Gusnar.
Sementara itu, menyikapi pemberitaan yang memunculkan dugaan konflik antara Gubernur dan Wali Kota, seorang pemuda asal Boalemo, Sofyan Pulango, turut angkat bicara. Sebagai pemerhati daerah, Sofyan menilai persoalan-persoalan tersebut semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi antar pihak.
“Pak Wali Kota dan Gubernur sama-sama politisi. Saya rasa, jalur komunikasi politik bisa menepis dugaan bahwa sedang terjadi ketegangan atau konflik,” ujar Sofyan kepada Trilogis.id.
Ia menambahkan, Walikota sebagai kader Partai Gerindra yang kini mengusung Presiden Prabowo Subianto, sebaiknya dapat melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder termasuk para kepala daerah agar dapat bersinergi mendukung program-program strategis nasional.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara Gubernur dan Wali Kota akan memperkuat koordinasi dalam mewujudkan visi pembangunan yang berpihak pada rakyat.
“Pernyataan ini bukan semata untuk mengkritik atau memicu konflik, tetapi sebagai bentuk dorongan agar para pemimpin di daerah menunjukkan teladan dalam menjalin komunikasi dan menjaga soliditas pemerintahan,” tambah Sofyan.
Dengan demikian, isu ketidakharmonisan yang sempat mencuat di ruang publik tampaknya lebih bersifat asumtif.
Kedatangan dan perhatian Gusnar yang hadir dibeberapa daerah serta Narasi yang dibangun oleh Sofyan Pulango sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya sehingga menjadi sinyal penting bahwa sinergi antarpemerintah tetap terjaga demi pembangunan Provinsi Gorontalo.



















