PT Nawa Waskita Utama Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Lewat Konsultasi Publik PBPH di Gorontalo

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 13:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) — Libatkan 72 Desa, Ratusan Warga, dan Pejabat Pemerintah, Program Pengelolaan 40 Ribu Ha Hutan Diproyeksikan Jadi Sumber Pendapatan Baru Masyarakat.

Upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan kini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi lokal. Dalam konteks ini, PT. Nawa Waskita Utama mengambil langkah progresif dengan menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk program Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di wilayah Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana pembukaan kawasan Hutan Produksi seluas 40.000 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara. Selain sebagai bagian dari pemenuhan regulasi perizinan usaha, konsultasi publik ini menjadi forum awal bagi perusahaan untuk membangun kemitraan sosial dan ekonomi dengan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Menurut perwakilan manajemen PT Nawa Waskita Utama, langkah ini dilakukan dengan semangat keberlanjutan.

Kami ingin memastikan bahwa kegiatan usaha kami tidak hanya taat regulasi, tetapi juga memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, seluruh proses kami buka secara partisipatif,” ungkap Direktur Perusahaan saat sesi diskusi terbuka.

Program ini akan menjadi model kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat desa, dengan fokus pada optimalisasi potensi hutan produksi sebagai sumber penghidupan baru.

Baca Juga :  Rukmin Tuna : Pengembangan Pelabuhan dan Optimalisasi Tol Laut solusi Peningkatan Ekonomi Boalemo

Libatkan Puluhan Desa dan Ratusan Warga

Konsultasi publik yang dilangsungkan di Boalemo ini dihadiri oleh 72 Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari wilayah terdampak, sekitar 100 warga perwakilan masyarakat adat dan lokal, serta pejabat kecamatan dan dinas teknis terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Partisipasi masyarakat menjadi indikator utama bahwa program ini diterima dengan baik. Kami membuka diri terhadap kritik, masukan, dan harapan warga karena ini akan menentukan arah implementasi ke depan,” tambah tim pelaksana Amdal.

Tiga Komoditi Unggulan Disiapkan

Berdasarkan hasil diskusi awal dan studi tipologi wilayah, PT Nawa Waskita Utama merencanakan pengembangan tiga komoditi unggulan yang akan menjadi produk utama dari pengelolaan hutan produksi. Meski belum diumumkan secara rinci, ketiga komoditas tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik lahan dan budaya tanam masyarakat lokal di Boalemo dan sekitarnya.

Diharapkan, kehadiran komoditas ini tidak hanya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha mikro, dan menambah penerimaan desa melalui skema kemitraan dan bagi hasil.

Proyeksi Dampak Ekonomi

Berdasarkan perhitungan awal, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal dalam berbagai posisi, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengolahan pascapanen. Selain itu, pemerintah desa yang tergabung dalam program diharapkan akan menerima insentif ekonomi, baik dalam bentuk CSR, dana kemitraan, hingga program pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga :  KKN MBKM UNG Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Lamu
Suasana Konsultasi Publik, sharing bersama masyarakat

Ekonom lokal menilai langkah PT Nawa Waskita Utama ini sebagai “katalis pertumbuhan ekonomi rural”. “Selama perusahaan benar-benar konsisten dengan prinsip keberlanjutan dan partisipatif, potensi hutan produksi sangat besar untuk memperkuat ekonomi lokal, terlebih di wilayah yang masih bergantung pada sektor primer,” ujar salah satu akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo.

Menuju Model Bisnis Hutan Sosial Modern

Program ini dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap paradigma baru pengelolaan hutan, yang tidak lagi eksploitatif tetapi berbasis penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian jangka panjang. Dengan membuka akses diskusi sejak tahap perencanaan, PT Nawa Waskita Utama menunjukkan arah kebijakan yang inklusif dan transparan.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui perwakilan dinas kehutanan, menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan ini.

Kami mendorong agar setiap pelaku usaha yang masuk ke wilayah kami mematuhi prinsip tata kelola yang baik. Konsultasi publik ini adalah titik awal yang bagus,” ujarnya.

Berita Terkait

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas
Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS
Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa
Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?
Isu Maladministrasi Sejumlah Kadis di Boalemo, Kepegawaian, Inspektorat dan Sekda Cuek?
Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum
Puskesmas Berlian Gelar Kegiatan Prolanis: Dari Senam Sehat hingga Edukasi Bahaya Merokok
Prabowo: Selama 34 Tahun Rp.15.400 Triliun Kita Hilang Akibat Praktik Kecurangan Ekspor

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WITA

Rapor Merah PAHAM: Janji Pembangunan, Utang BPJS, dan Sejumlah Persoalan yang Belum Tuntas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WITA

Menyelamatkan Nyawa, Kehilangan Hak: Jeritan Nakes di Balik Penolakan Klaim BPJS

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:44 WITA

Kisah Inspiratif; Dari Perahu, 7 Pemuda Sukses Patungan beli Sapi Kurban untuk Kaum Duafa

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WITA

Sekda dan Krisis Plasma Sawit: Diam, Mengawasi, atau Membiarkan?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WITA

Gelar Tinggi Tak Menjamin Kepatuhan: Ironi di Balik Pelantikan Cacat Hukum

Berita Terbaru

Headline

Senin, 1 Jun 2026 - 14:49 WITA