Boalemo, Trilogis.id – Setelah melewati proses seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel), Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, resmi melantik Hariyono Bokingo, SE., sebagai Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Boalemo pada Kamis, 15 April 2025.
Hariyono, pria kelahiran Paguyaman, 2 November 1982, sebelumnya menjabat sebagai Manajer Umum dan Hubungan Langganan (Hublang) di PDAM Boalemo yang berada di bawah naungan BUMD PT Boalemo Idaman Gorontalo.
Ia dipercaya untuk memimpin manajemen perusahaan air minum daerah selama periode 2025–2029.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai pelantikan, Hariyono memaparkan sejumlah tantangan dan program prioritas yang akan menjadi fokus utama dalam masa kepemimpinannya.
Tantangan Awal: Longsor dan Gangguan Suplai Air
Hariyono mengungkapkan bahwa saat masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur sembari menunggu hasil seleksi, ia langsung dihadapkan pada persoalan serius: terjadi longsor besar di sekitar aliran sungai yang menjadi sumber intake PDAM, tepatnya di titik embung Ayuhulalo.
Akibatnya, suplai air bersih terganggu karena air yang masuk ke sistem pengolahan bercampur lumpur dan berubah warna menjadi kecokelatan. Dampaknya dirasakan oleh warga di tiga desa — Hungayonaa, sebagian wilayah Modelomo, dan sebagian Pentadu Barat — yang tidak bisa menikmati layanan air bersih selama beberapa hari.
“Perbaikannya sangat sulit karena lokasi embung yang jauh dan berada di wilayah pegunungan. Akses jalan juga menanjak dan cukup ekstrem,” ujar Hariyono.
Namun, dengan segala keterbatasan, ia berhasil mengupayakan mobilisasi alat berat dan menangani persoalan tersebut dalam waktu dua hari.
Program Prioritas: RO dan AMDK
Sebagai bentuk transformasi dan inovasi layanan, Hariyono mengusung program unggulan berupa pengembangan instalasi air minum berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO). Program ini ditargetkan dapat menyediakan air siap minum di beberapa titik distribusi di wilayah Tilamuta.
Dalam jangka pendek, Hariyono juga memprioritaskan pengembangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan akses air minum bagi masyarakat, tetapi juga membuka potensi pendapatan baru bagi perusahaan daerah.
Transformasi Menuju Kemandirian dan Kontribusi Daerah
“Dengan kepemimpinan baru dan visi yang sejalan dengan harapan Pemerintah Daerah, BUMD air minum Tilamuta diharapkan dapat bertransformasi menjadi badan usaha yang sehat, mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih berkualitas tinggi, sekaligus berkontribusi optimal bagi pembangunan daerah,” ujar Hariyono optimis.

















