Trilogis.id_(Boalemo) — Jelang pembahasan APBD Perubahan tahun 2025, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Boalemo mendapat peringatan keras dari aktivis muda, Kevin Sairullah. Ia mendesak agar DPRD tidak mengesahkan sejumlah kegiatan yang disinyalir telah direalisasikan tanpa melalui pembahasan dalam APBD induk.
Menurut Kevin, terdapat informasi bahwa beberapa kegiatan ‘siluman’ muncul tiba-tiba dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Terinformasi, ada kegiatan yang tidak dibahas di APBD induk, tapi anehnya kegiatan muncul dan sudah direalisasikan,” kata Kevin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kevin menyebutkan beberapa contoh kegiatan yang menjadi sorotan, antara lain kegiatan PKK ke Ibu Kota Nusantara (IKN), seminar peradaban, dan kegiatan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Hal ini, menurutnya, mengindikasikan adanya praktik yang tidak transparan dan berpotensi menyalahi aturan.
Kevin menegaskan bahwa momen pembahasan APBD Perubahan adalah kesempatan bagi DPRD untuk menjaga marwah dan amanah rakyat.
“Amanah rakyat harus tetap dijaga. Momen ini harus dimanfaatkan DPRD untuk menjaga marwah dan amanah yang disematkan oleh rakyat,” ujarnya.
Ia berharap, Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak “bermain mata” dengan uang rakyat yang merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi para legislator agar tetap konsisten menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sesuai dengan prosedur yang berlaku




















