Ketika Peternak Tersenyum, Nelayan Menangis: Program Sapi Kembar VS Keterbatasan Solar di Pelabuhan Boalemo

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id_(Boalemo) —  Di tengah euforia peluncuran Program Sapi Kembar yang disebut sebagai “terobosan cerdas” oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo, suara kritis dari sektor lain, khususnya nelayan, mulai terdengar nyaring.

Program yang digagas oleh Bupati Rum Pagau ini memang berhasil menuai pujian karena dinilai tepat sasaran dan efisien, namun ironisnya, persoalan mendasar yang dihadapi para nelayan justru terabaikan.

Seorang nelayan yang juga seorang pengusaha perikanan lokal mengungkapkan kekecewaannya. Ia membenarkan bahwa terobosan di bidang pertanian dan peternakan sangat diharapkan, namun hal itu tidak bisa menutupi fakta bahwa sektor perikanan sedang tercekik. Ia menyoroti masalah utama yang dihadapi nelayan saat ini, yaitu ketersediaan bahan bakar solar.

Saya selaku pengusaha yang berdiri di bidang perikanan, sangat-sangat mengharapkan kepada Pemda, agar kiranya dapat memperhatikan sekaligus bisa menganggarkan apa yang menjadi kekurangan pompa minyak yang ada di pelelangan Tilamuta, karena sekarang ini para pengusaha kapal lagi dipusingkan dengan bahan bakar solar untuk melaut,” ujarnya.

Masalah ini diperparah dengan aturan yang membatasi nelayan. Ia menjelaskan bahwa kapal-kapal di atas 30 GT (Gross Tonnage) yang seharusnya memiliki kapasitas tangkapan lebih besar, justru tidak mendapatkan rekomendasi dari dinas perikanan maupun UPTD. Rekomendasi hanya diberikan kepada kapal-kapal dengan GT 30 ke bawah, yang jumlahnya mayoritas di Boalemo.

Baca Juga :  Jadi Satu-satunya Labkesda Terakreditasi Utama, Dikes Boalemo bangun Labkesda Baru

Keterbatasan solar ditambah dengan peraturan yang menghambat membuat para pengusaha kapal kelimpungan. Mereka menghadapi dua masalah sekaligus: keterbatasan bahan bakar dan sulitnya mendapatkan rekomendasi untuk kapal besar.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas pembangunan di Kabupaten Boalemo. Di satu sisi, pemerintah sukses menunjukkan keberpihakan pada sektor peternakan melalui program Sapi Kembar.

Namun di sisi lain, sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama banyak masyarakat justru menghadapi kendala yang belum terpecahkan. Keberhasilan di satu sektor tidak seharusnya mengaburkan persoalan krusial di sektor lainnya, terutama bagi nelayan yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah.

Berita Terkait

Di Tengah Instruksi Efisiensi, Pemda Malah Anggarkan Pengadaan Mobil Baru?
Boalemo di Ambang Kolaps: Sekda Mangkir dari DPRD saat Nasib Ribuan Tenaga Honorer Jadi Pertaruhan
Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo
Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul
Dari Keringat ke Hak: Sejarah Panjang Perjuangan Buruh
BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN
Teater ‘Sistem Merit’ di Jakarta, Tragedi Maladministrasi di Boalemo
Membajak Masa Depan Sekolah Demi ‘Syahwat’ Struktural

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:48 WITA

Di Tengah Instruksi Efisiensi, Pemda Malah Anggarkan Pengadaan Mobil Baru?

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:15 WITA

Boalemo di Ambang Kolaps: Sekda Mangkir dari DPRD saat Nasib Ribuan Tenaga Honorer Jadi Pertaruhan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WITA

Hardiknas: Birokrasi dalam Pasungan Politik dan Nasib Generasi, Moralitas, serta Kemiskinan Boalemo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:21 WITA

Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Boalemo Tekankan Spirit “Deep Learning” dan Pembangunan SDM Unggul

Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WITA

BALIK PROGRAM KKG: KETIKA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DIBAYAR OLEH SISWA MISKIN

Berita Terbaru