Trilogis (BOALEMO) — Keberadaan videotron di kawasan bundaran Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Modelomo, Selasa (20/10/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WITA itu melibatkan sepeda motor Honda tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan sebuah mobil Toyota Avanza berpelat nomor DN 1942 DG. Kecelakaan terjadi di kawasan persimpangan Jalan Trans Sulawesi, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan penanganan kecelakaan Satlantas Polres Boalemo, mobil Avanza yang dikemudikan Lukman Syamsul (44), seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Desa Dopalak, Kecamatan Palele, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sedang melaju dari arah Gorontalo menuju Moutong, Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor Honda, yang diketahui dinaiki Helmi Midu (44), seorang anggota TNI asal Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, datang dari arah kiri bersama Moh. Alfarel Yosudhaso. Sepeda motor tersebut kemudian menabrak bagian depan samping kiri mobil Avanza hingga kedua pengendara sepeda motor terjatuh ke badan jalan.
Akibat kecelakaan itu, Helmi mengalami luka pada bagian kepala dan lecet di pipi, sedangkan Alfarel mengalami luka gores pada kepala. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Clara Gobel (RSCG) Boalemo.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Helmi kemudian dirujuk ke rumah sakit di Gorontalo dan telah siuman. Sementara itu, Moh. Alfarel Yosudhaso dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (21/10/2026).
Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp1 juta. Polisi telah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat.
Videotron dan Bundaran Tilamuta Kembali Disorot
Namun, kecelakaan ini tidak hanya menyisakan persoalan keselamatan pengguna jalan. Keberadaan videotron di kawasan bundaran Tilamuta juga kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai perencanaan, fungsi, serta dampak penempatannya terhadap kelancaran lalu lintas.
Sejak awal, pembangunan atau penempatan videotron tersebut disebut-sebut menuai kontroversi. Bahkan, pengerjaannya sempat mengalami pembongkaran kembali. Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi bundaran yang dinilai terlalu besar sehingga beberapa kali menyulitkan kendaraan berukuran besar saat hendak melintas.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas telah diperhitungkan dalam perencanaan kawasan tersebut. Apalagi, bundaran dan persimpangan di jalur Trans Sulawesi merupakan bagian penting dari pergerakan kendaraan antardaerah.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa keberadaan videotron atau desain bundaran menjadi penyebab langsung kecelakaan pada Selasa malam tersebut. Laporan awal kepolisian menyebut faktor kurang berhati-hatinya pengendara sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kejadian. Hubungan antara desain kawasan, kondisi pandangan pengendara, dan kecelakaan perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis serta keterangan pihak berwenang.
Karena itu, evaluasi terhadap tata letak videotron, ukuran bundaran, jarak pandang, rambu lalu lintas, dan ruang gerak kendaraan besar menjadi penting agar persoalan keselamatan tidak berhenti pada penanganan kecelakaan semata.
Transparansi Anggaran dan Tanggung Jawab Pengelolaan
Di sisi lain, persoalan videotron juga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi anggaran, tujuan pengadaan, serta manfaat fasilitas tersebut bagi masyarakat. Publik berhak mengetahui apakah perencanaan dan pelaksanaannya telah mempertimbangkan kebutuhan daerah, efektivitas penggunaan anggaran, dan aspek keselamatan pengguna jalan.
Saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Kepala Bidang Pendapatan Kabupaten Boalemo belum memberikan tanggapan melalui sambungan telepon seluler. Media ini masih akan berupaya melakukan konfirmasi kembali pada hari kerja berikutnya untuk memperoleh penjelasan mengenai aspek pendapatan, pengelolaan, maupun informasi terkait videotron tersebut.
Konfirmasi juga diperlukan kepada instansi teknis yang berwenang menangani pekerjaan fisik dan rekayasa lalu lintas, agar persoalan ini tidak hanya menjadi perdebatan publik tanpa kejelasan.
Kecelakaan yang merenggut korban jiwa seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi keselamatan kawasan bundaran Tilamuta secara menyeluruh. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai perencanaan fasilitas tersebut, sekaligus memastikan apakah diperlukan perbaikan desain atau pengaturan lalu lintas.
Sebab, fasilitas publik semestinya memberi manfaat bagi masyarakat, bukan justru menyisakan tanda tanya mengenai keselamatan, efektivitas, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.




















