Hari Toleransi Internasional (International Day For Tolerance) : Konsep Baru Dalam Berbangsa Dan Beragama

- Jurnalis

Rabu, 17 November 2021 - 01:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh ; Kasim Maliu – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP.Ansor) Kabupaten Boalemo Dan Sekretaris FKUB Kabupaten Boalemo Dan Pengurus FKPT Provinsi Gorontalo

Trilogis.id (Boalemo) – Hari Toleransi Internasional (International Day for Tolerance) diperingati pada setiap tanggal 16 November setiap tahunnya, setelah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1995. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi dan tenggang rasa di kalangan masyarakat dunia.

Toleransi sudah menjadi distorsi sosial di Negeri kita. Saat ini kita sedang berada di fase krisis toleransi yang sangat besar, bukan hanya ditingkat agama tapi sudah mencakup tingkat internal pribadi. Dimana problem identitas saat ini mulai mengerucut menjadi sangat personalitas sehingga menyebabkan potensi kita menjadi stagnan seperti ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politik identitas ini merupakan alat yang paling mumpuni dalam melahirkan intoleransi, karena pada dasarnya politik identitas ini membuat alam bawah sadar kita menganggap orang yang tidak sependapat dengan kita adalah musuh.

Baca Juga :  Nilai Tertinggi dalam Pelayanan Publik, Sutriyani Lumula mengaku Tak Puas

Pun akibat yang ditimbulkan akan membuat bangsa ini menjadi kacau, apalagi politik identitas ini menimbulkan permasalahan ditingkat masyarakat yang ujung-ujungnya masyarakat sendiri yang saling berhadap hadapan,

Maka dari itu untuk menjadi bangsa yang besar, harus ada gerakan social yang melahirkan generasi baru yang sesuai dengan kebutuhan bangsa ini. Kita tidak bisa menaruh tumpuan yang lebih besar kepada orang-orang yang tidak melalui proses dari awal, hal ini tentu akan berimplikasi kepada kebijakan yang dikeluarkan nantinya.

Kementerian Agama dan pemerintah Daerah dalam mencegah intoleransi tentu dengan menggunakan konsep moderasi beragama, konsep moderasi ini mengatur bagaimana cara kita beragama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Fungsi dari moderasi beragama ini tentu tidak lain untuk membentengi gerakan atau pemahaman dari seseorang ataupun golongan tertentu yang intoleran dengan kepercayaan atau ideologi yang dianut. Salah satu indikator dari moderasi keberagamaan ini yaitu bagaimana kita ramah terhadap budaya lokal.

Baca Juga :  Maraknya Kasus Asusila kepada Anak, Mahasiswa Hukum Unipo Kampus Boalemo "Masuk Sekolah"

Terkait persoalan ini, untuk konteks ke Indonesiaan yang masyarakatnya beragam baik itu dari segi suku, ras, budaya ataupun dari segi agama, tentu kita tidak bisa saling memaksakan kehendak. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan.

Kedepan di Indonesia juga akan mengalami bonus demografi, dimana usia angkatan kerja produktif lebih banyak daripada usia non produktif. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, tentu kalau tidak dimaksimalkan dengan baik akan menjadi serangan balik yang bisa saja merembes ke seluruh aspek utamanya dalam memperlebar jurang intoleransi.

Bahwa pada dasarnya konsep moderasi keberagamaan ini memiliki empat indikator penting, antara lain komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan ramah terhadap tradisi lokal.

Toleransi tidak hanya berbicara tentang hubungan dengan pemeluk agama lain, tetapi ada hal yang juga penting bahwa toleransi itu harus dimulai dengan diri sendiri, baru kemudian berbicara toleransi.

Berita Terkait

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Berita Terbaru

Headline

Najboljši Evolution Gaming live kazinoji v Sloveniji

Senin, 21 Sep 2026 - 01:01 WITA

Headline

Hoe vind je een betrouwbaar nieuw online casino

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:20 WITA

Headline

Dash Bet im Vergleich mit anderen Wettanbietern

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:12 WITA

Headline

A/B tesztelés kaszinó weboldalakon

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:21 WITA