Bentuk Protes Terhadap Kebijakan Bupati, TPK RSTN Boalemo Mogok Kerja

- Jurnalis

Senin, 20 November 2023 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Fenomena yang merupakan dampak dari kebijakan pemerintah daerah kembali terjadi di kabupaten boalemo. Pasalnya, beberapa bulan terakhir ini, pemangkasan gaji tenaga kontrak dan TPP Asn Kabupaten Boalemo ramai dibicarakan oleh khalayak sehingga menuai respon bahkan kritikan dari hampir seluruh unsur aktivis Kabupaten Boalemo.

Kebijakan yang tidak sesuai dengan prikemanusian itu memaksa TPK di RSTN Kabupaten Boalemo harus melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap penguasa yang tidak memperhatikan asas-asas manfaat kebijakan.

Menanggapi hal itu, Nanang Syawal yang merupakan aktivis pembela tenaga kerja mendesak, Pj.Bupati Boalemo harus bertanggungjawab atas mogoknya TPK di RSTN, hal itu tentu merupakan akibat dari kebijakan bupati dan DPRD yang memangkas gaji mereka sebagai penyangga untuk bisa hidup dan mempertahankan hidupnya.

“Kita kembali melihat dampak dari sebuah kebijakan yang tidak memiliki pri kemanusiaan. pun ruang pekerjaan yang tidak disiapkan oleh pemerintah memaksa mereka untuk mencari tambahan pendapatan di luar tempat kerja,” Ungkap Nanang.

Tak hanya itu, Nanang mengkritisi manajemen pihak RSTN yang dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada.

“Jangan menganggap enteng persoalan mogok kerja ini, kalaupun posisi mereka yg mogok bisa diantisipasi dengan mengerahkan personil medis yg di bagian manajemen, itu malah akan menjadi persoalan baru karena belum tentu memiliki keahlian yg sama dengan mereka yang mogok,” Ujarnya.

Baca Juga :  Jadi Pemda tertinggi dalam capaian realisasi fisik di Provinsi Gorontalo, Sekda Boalemo minta OPD tetap pertahankan prestasi

Nanang mewanti-wanti, jangan sampai pula aksi mogok ini mempengaruhi status paripurna yang baru saja didapatkan RSTN, ingat masa penilaian status paripurna ini selama 6 bulan.

“Jadi, saya mendesak agar bupati segera menyelesaikan persolan ini. Intinya, kinerja bupati dan DPRD telah mengecewakan seluruh kalangan ASN dan TPK di Boalemo,” Pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis
Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?
Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?
Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka
Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022
Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Kritik Tajam Penyerahan Remisi di Ruang Publik, Helmi: Abaikan Aspek Hukum, Psikologis, dan Etika Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:57 WITA

Ditengah Fiskal Tertekan, Rp6 Miliar Digelontorkan: Proyek Jalan atau Pengalihan Isu?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:13 WITA

Ketua DPRD diperiksa, Dugaan Perdis Fiktif DPRD Boalemo Makin Terang?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Beda Sikap Aparat dan Pengacara, Satreskrim Membisu, Advokat Tegaskan Tito CS Sudah Berstatus Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Kejari Boalemo Periksa Sejumlah Anggota DPRD Terkait Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif 2020–2022

Berita Terbaru

Headline

Dari Bongo 4, Langkah Baru Menyiapkan Generasi Boalemo

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:18 WITA