Belum Sah, Diduga beda Pilihan pada Pilkada, Anak Rum Pagau Intimidasi Nakes Rumah Sakit Iwan Bokings ?

- Jurnalis

Jumat, 29 November 2024 - 14:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trilogis.id (Boalemo) – Belum juga ditetapkan secara Sah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boalemo menetapkan hasil Pemilihan Kepala Daerah untuk Kabupaten Boalemo, Diduga Anak Rum Pagau lakukan intimidasi kepada salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Iwan Bokings (RSIB) Kabupaten Boalemo.

Hal itu terdengar saat rekaman suara mencuat dan beredar yang terkesan menyudutkan salah satu nakes di RSIB gegara beda Pilihan pada perhelatan Pilkada 2 hari lalu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Rum Pagau sendiri merupakan calon Bupati Kabupaten Boalemo yang secara perhitungan Quick Count berhasil meraup suara kurang lebih 47%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, Kedewasaan dalam berpolitik para pendukung terlebih kerabat dekat malah mempertontonkan sikap yang tidak profesional.

Ama, sapaan akrab nakes yang diduga mendapatkan intimidasi dari anak Rum Pagau itu, terdengar menangis dan saling jawab dalam rekaman yang berhasil dikantongi media ini.

Baca Juga :  Digeruduk DPRD: Anggaran Rp25 Miliar Hanya untuk Satu Kecamatan, Bupati Tak Adil dalam membangun Boalemo?

Ama sendiri merasa bingung, hanya gegara postingan Facebook dari orang tuanya, Ama yang malah menjadi “bulan-bulanan” dari anak Rum Pagau yang diketahui juga merupakan pegawai RSIB.

Bilang hapus itu postingan.ti ama pe karir, pekerjaan terganggu.” kata Y dalam rekaman itu.

Dalam rekaman yang berdurasi 30 menit 24 detik itu, Y (Inisial) sang Anak dari Calon Bupati itu sampai mengklaim bahwa Ama (Nakes) bekerja di RSIB karenanya. Bahkan, Y juga mengklaim bahwa sang Ayah yang membangun Rumah Sakit tersebut.

tanya pa dorang, sapa yang bangun ini Rumah Sakit?,” tanya Y dengan nada ketus.

Padahal, semua pembangunan dan menjadi aset daerah merupakan dana dan biaya masyarakat dengan persetujuan DPRD.

Baca Juga :  Meski tak miliki Izin, Indomaret di Paguyaman tetap beroperasi

Parahnya lagi, sempat mencuat dalam rekaman tersebut agar Ama dikeluarkan dari tempat dia bekerja yang diketahui sebagai analis di laboratorium Rumah Sakit Iwan Bokings (RSIB).

Atas kejadian tersebut, terdengar suara menangis dan ketakutan yang mendalam dialami ama saat keluar dari ruangan saat dimediasi oleh KTU.

Saat dikonfirmasi, Kepada Pihak RSIB, Kepala Tata Usaha, Alfred Silingade membenarkan adanya peristiwa itu.

Alfred mengaku bahwa dirinya sekedar melakukan mediasi agar mencari jalam keluar atas persoalan yang terjadi.

Dirinya menerangkan, upaya tersebut dilakukan karena sempat menyentil Rumah Sakit dimana Ama dan Y bekerja.

Hingga berita ini terbit, media akan melakukan konfirmasi kepada Y atas kejadian tersebut.

 

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi
Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme
Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit
Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo
Refleksi Hari Kartini, Kepala Puskesmas Berlian Ajak Perempuan Boalemo Jadi Pionir Kesehatan Keluarga
Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo
Perkuat Desa Siaga TB, Puskesmas Berlian Lakukan Deteksi Dini ILTB dan Kunjungan Rumah di Desa Bongo Tua
Redam Gejolak, Wakil Bupati Boalemo “Jemput Bola” Temui Masyarakat Wonosari Demi Solusi Cepat

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:04 WITA

Menuju Indonesia Emas, Kapolres Boalemo & DPD KNPI Targetkan Boalemo Zero Miras dan Judi

Jumat, 24 April 2026 - 18:40 WITA

Menakar Integritas Seleksi Jabatan di Boalemo, Antara Meritokrasi dan Bayang-Bayang Nepotisme

Jumat, 24 April 2026 - 18:34 WITA

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 April 2026 - 13:49 WITA

Ironi Gelar Profesor dan “Lonceng Kematian” Meritokrasi di Boalemo

Sabtu, 18 April 2026 - 13:22 WITA

Buka Pengkaderan Senopati Tiga Dara, Wabup Lahmuddin Hambali: Piloliyanga Kini Jadi Magnet Ekonomi Baru Boalemo

Berita Terbaru

Advertorial

Rakor Ditutup, Pemkab Boalemo Siap Tekan Angka Penyakit

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:34 WITA